PEKERJAAN STRUKTUR, PUSAT DATA, DAN UTILITAS GEDUNG KANTOR OIKN SUDAH MENCAPAI 27% DARI TOTAL RENCANA



NUSANTARA- Pembangunan Gedung Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tahap pertama, yang berlokasi di Titik Nol IKN, telah mencapai progres 27 persen hingga akhir Agustus 2024. Doni Muhammad Qodri, Project Manager dari Adhi Jaya Konstruksi KSO, menyampaikan bahwa progres tersebut mencakup pekerjaan struktur gedung utama, pusat data, serta bangunan utilitas. Selain itu, beberapa pekerjaan arsitektur dan sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga telah dimulai.

Proyek ini dimulai pada Januari 2024 dan direncanakan selesai pada Januari 2025. Dengan melibatkan sekitar 400 pekerja konstruksi, proyek ini bertujuan untuk menciptakan fasilitas yang modern dan fungsional. Gedung ini dirancang untuk menjadi pusat operasional OIKN dan dilengkapi dengan berbagai layanan terpadu, termasuk Data Center dan Command Center untuk pelayanan publik secara real-time.

Desain gedung ini mengusung konsep futuristik yang terinspirasi dari bentuk kuncup bunga, simbol awal dari pengembangan Kota IKN. Deputi Project Manager, Jozef Dharmapranata, mengungkapkan bahwa desain ini tidak hanya modern tetapi juga mengintegrasikan prinsip kota hutan dengan penambahan hutan kecil di sekitar gedung yang ditanami pohon beringin. Hal ini bertujuan menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman di dalam gedung.

Gedung ini akan terdiri dari lima lantai dan satu lantai semi basement. Lantai semi basement akan digunakan sebagai lobi drop-off dan parkir, sementara lantai-lantai di atasnya akan memiliki fungsi yang berbeda: lobi dan plaza di lantai dua, auditorium dan command center di lantai tiga, ruang kerja Kepala OIKN dan deputi di lantai empat, dan ruang kerja staf di lantai lima dan enam. Gedung ini dirancang untuk menjadi Balai Kota Nusantara yang dapat melayani masyarakat dengan lebih efisien dan profesional.

Presiden Joko Widodo telah meresmikan pembangunan gedung ini pada 17 Januari 2024 dengan biaya sebesar 509 miliar rupiah dan luas lahan 28.000 meter persegi. Gedung ini diharapkan menjadi landmark penting di IKN dan mendukung fungsi administratif serta pelayanan publik di ibu kota baru Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK