BMKG SUKSES JADI PAWANG HUJAN BANTU KELANCARAN PROYEK BANDARA IKN
NUSANTARA- Pembangunan Bandara VVIP di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut untuk memastikan penyelesaian tepat waktu. Salah satu tantangan terbesar dalam proyek ini adalah cuaca yang tidak menentu, terutama curah hujan yang tinggi. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengatasi tantangan ini melalui teknologi modifikasi cuaca, membantu kelancaran proyek.
Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa proyek Bandara VVIP IKN telah mencapai 50 persen untuk sisi darat yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini mencakup pembangunan gedung bandara dan landasan pesawat. “Insya Allah, pada Agustus nanti kita targetkan 2.200 meter dari total panjang 3.000 meter landasan sudah siap digunakan,” kata Danis.
Namun, tingginya curah hujan sempat menghambat progres pembangunan. Untuk itu, pemerintah mengambil langkah inovatif dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca. BMKG bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatur curah hujan sesuai kebutuhan proyek. “Kami mengatur jam kerja berdasarkan perkiraan cuaca dan menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi atau menambah curah hujan sesuai kebutuhan,” jelas Danis.
Modifikasi cuaca dilakukan dengan berbagai strategi. Salah satunya adalah memindahkan hujan dari lokasi proyek ketika curah hujan terlalu tinggi. Di sisi lain, jika curah hujan kurang, BMKG melakukan rekayasa untuk menambah curah hujan di area yang membutuhkan, seperti embung yang digunakan untuk keperluan konstruksi. Langkah-langkah ini memastikan bahwa proyek tetap berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Keberhasilan BMKG dalam mengelola cuaca demi kelancaran pembangunan Bandara VVIP IKN menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan inovasi dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan alam. Dengan modifikasi cuaca, proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan siap digunakan untuk perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024.
Upaya BMKG dan dukungan teknologi ini tidak hanya mempercepat pembangunan tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola proyek besar dengan efisien dan efektif, meskipun dihadapkan dengan kondisi cuaca yang menantang.

Komentar
Posting Komentar