MASYARAKAT SEPAKU MENEGASKAN DUKUNGAN MEREKA TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR VITAL DEMI MASA DEPAN INDONESIA
NUSANTARA- Sebanyak 21 warga dari RT 01 dan RT 02 Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menegaskan dukungan mereka terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam sebuah pertemuan yang digelar pada Sabtu, 29 Juni 2024. Pertemuan ini, yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Otorita IKN, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU, membahas dampak sosial kemasyarakatan dan penanganannya terkait proyek pengendalian banjir Sungai Sepaku.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa warga Sepaku telah sepakat untuk melanjutkan pembangunan pengendali banjir meskipun lahan mereka berada dalam Aset Dalam Penguasaan (ADP) Otorita IKN. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk memastikan bahwa warga yang terdampak pembangunan akan mendapatkan kompensasi yang adil sesuai dengan mekanisme PDSK (Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan). "Kami tidak memiliki niatan untuk mengakali warga, melainkan kami berjuang untuk memenuhi harapan masyarakat," ujar Alimuddin, menegaskan transparansi dan komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan serta hak-hak warga.
Pj. Gubernur Kaltim, Akmal Malik, juga menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang dirugikan dalam proses pembangunan ini. Dengan berpegang pada arahan Presiden Joko Widodo dan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pemerintah daerah berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan terkait penggunaan lahan ADP sebesar 2,24 hektar yang akan diselesaikan melalui mekanisme yang adil dan transparan. Pemerintah Kaltim dan Otorita IKN bersama-sama mengusulkan perubahan atau penyesuaian aturan perundang-undangan yang diperlukan untuk memperlancar proses ini.
Bupati PPU, Makmur Marbun, menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah positif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat secara bijaksana, khususnya terkait pembangunan infrastruktur vital seperti pengendalian banjir. "Kami menghargai dukungan penuh dari masyarakat Kelurahan Sepaku dalam pelaksanaan pembangunan ini," ujarnya.
Sosialisasi yang digelar dalam pertemuan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa merugikan pihak manapun, dengan memastikan bahwa proses penggantian dan kompensasi dilakukan secara tepat waktu dan adil. Semua pihak, termasuk masyarakat setempat, diharapkan dapat memahami bahwa pembangunan IKN merupakan langkah strategis untuk kemajuan nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keadilan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
Kesepakatan ini bukan hanya menandai langkah konkret menuju pembangunan IKN yang lebih maju, tetapi juga sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan dan hak-hak warga dalam setiap aspek pembangunan nasional.

Komentar
Posting Komentar