PEMKAB PPU BERENCANA MAKSIMALKAN BUDIDAYA TAMBAK IKAN-UDANG UNTUK PENUHI KEBUTUHAN IKN
NUSANTARA- Kecamatan Babulu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) siap menjadi penyuplai utama kebutuhan ikan dan udang untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pemkab PPU, di bawah pimpinan Pj Bupati Makmur Marbun, telah merencanakan dan mulai mengimplementasikan berbagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi budidaya perikanan di wilayah ini.
Kabupaten PPU, dengan garis pantai yang panjang serta kehadiran pantai dan hutan bakau di semua kecamatannya, memiliki potensi besar untuk pengembangan tambak budidaya. Menyadari potensi ini, Makmur Marbun menginstruksikan Dinas terkait untuk melakukan pemetaan lahan tambak budidaya perikanan yang sudah berproduksi serta lahan potensial lainnya yang bisa dikembangkan. “Kami akan maksimalkan potensi untuk budidaya ikan, udang, dan rumput laut. Saat ini, data sementara mencatat potensi besar di Kecamatan Babulu,” jelasnya.
Di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, sekitar 2.600 hektare lahan telah dimanfaatkan untuk kolam budidaya perikanan, dan masih ada 9.000 hektare lahan yang berpotensi untuk dijadikan tambak. Upaya pemetaan ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan keberhasilan program budidaya perikanan.
Dalam mendukung program ini, pemerintah Kabupaten PPU juga telah mengidentifikasi berbagai kebutuhan infrastruktur yang diperlukan oleh para pembudi daya perikanan. Kebutuhan ini meliputi infrastruktur jalan, peralatan, dan fasilitas pendukung tambak lainnya. Selain itu, Pemkab PPU juga meluncurkan berbagai program peningkatan produksi, seperti pengembangan kampung budidaya, pembentukan kelompok perikanan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta penerapan sistem budidaya dengan bioflok.
Pemerintah juga memberikan dukungan berupa pengadaan mesin pembuat pakan dan pelatihan pembuatan pakan secara mandiri untuk para pembudi daya perikanan. “Upaya peningkatan produksi, selain memaksimalkan potensi lahan, juga melalui perbaikan sistem budidaya,” tambah Makmur Marbun. Targetnya adalah meningkatkan produksi kolam budidaya perikanan hingga 20 ribu ton per tahun, dari produksi saat ini yang sekitar 8.600 ton per tahun.
Ketua Komisi II DPRD PPU, Wakidi, turut mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi tambak yang ada di wilayah tersebut. Menurut Wakidi, ribuan hektare lahan di Kabupaten PPU, termasuk 9.000 hektare di Desa Babulu Laut, memiliki potensi besar untuk dijadikan tambak. “Potensi ini perlu dimaksimalkan untuk mendukung pemenuhan pangan di IKN,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi tambak yang telah ada namun mengalami masalah seperti pendangkalan dan kualitas air yang rendah.
Selain itu, Wakidi menekankan bahwa pembudi daya ikan dan udang di Benuo Taka perlu meningkatkan pengetahuan mereka dalam teknik budidaya untuk memenuhi permintaan pasar yang akan meningkat seiring dengan pemindahan ibu kota ke Kecamatan Sepaku. “Pembudidaya harus berinisiatif meningkatkan pengetahuan terkait dengan budidaya ikan dan udang,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah dan dukungan yang telah diambil, Kecamatan Babulu siap untuk menjadi penyuplai utama kebutuhan ikan dan udang bagi IKN Nusantara. Potensi besar yang dimiliki wilayah ini, ditambah dengan program-program strategis dari pemerintah daerah, diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan para pembudi daya perikanan serta memenuhi kebutuhan pangan di IKN.

Komentar
Posting Komentar