PENGELOLAAN AIR DAN MANAJEMEN BENCANA DI IKN PAKAI METODE DIGITAL
NUSANTARA- Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan lingkungan dengan mengimplementasikan teknologi canggih. Salah satu langkah revolusioner yang diambil adalah pembangunan sistem digital untuk memantau dan mengelola bencana banjir di tujuh kelurahan terdekat. Sistem ini dikelola oleh Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, yang bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Tujuh wilayah yang menjadi fokus dari proyek ini adalah Desa Bumi Harapan, Desa Tengin Baru, Kelurahan Sepaku RT 07, 06, 05, dan 04, Desa Suka Raja RT 01 dan 25, Kelurahan Pemaluan, Desa Bukit Raya RT 01, 02, 06, dan Desa Karang Jinawi. Wilayah-wilayah ini dipilih karena sering mengalami banjir, dengan frekuensi hingga dua kali dalam setahun dan durasi bencana yang berkisar antara tiga jam hingga dua hari. Dalam upaya mengurangi dampak negatif dari banjir, Otorita IKN mengembangkan Smart Water Management System.
Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Onesimus Patiung, menjelaskan bahwa sistem ini akan memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekitar. "Wilayah-wilayah itu bisa terdampak hingga dua kali dalam setahun, dengan durasi tiga jam hingga dua hari. Smart Water Management System itu namanya digitalisasi tadi," ujar Onesimus. Sistem ini tidak hanya memantau potensi terjadinya banjir, tetapi juga mengontrol aliran air dan memberikan notifikasi secara otomatis kepada warga ketika banjir terjadi.
Pemilihan tujuh kelurahan ini didasarkan pada adanya lahan terbuka atau limpasan air sebelum pembangunan IKN dimulai. "Kenapa kita mulai dari tujuh kelurahan itu, karena ada lahan terbuka atau limpasan, yang sudah ada sebelum pembangunan IKN. Sebab limpasan air masuk ke pemukiman," jelas Onesimus. Dengan memanfaatkan teknologi digital, Otorita IKN berharap dapat meminimalkan risiko dan dampak dari bencana banjir yang sering melanda wilayah tersebut.
Smart Water Management System ini dirancang untuk beroperasi secara mandiri dan memberikan notifikasi langsung kepada warga setempat. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk segera mengambil tindakan pencegahan dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh banjir. Dengan adanya sistem ini, diharapkan tidak hanya mengurangi dampak bencana, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Penerapan teknologi digital dalam manajemen bencana di IKN ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan. Penggunaan Smart Water Management System menjadi contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan secara efektif. Ini juga menjadi bukti nyata komitmen IKN dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Dengan langkah-langkah seperti ini, IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Otorita IKN berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Penggunaan teknologi digital untuk manajemen bencana adalah langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan visi IKN sebagai kota yang cerdas dan berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar