PJ. GUBERNUR KALTIM IKUT CAWE-CAWE TAWARKAN KERJA SAMA BUMD-PRIVATE SECTOR KEPADA PENGUSAHA TIONGKOK
NUSANTARA- Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, berhasil menjalin kerja sama penting antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sektor swasta untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diambil dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Tiongkok, tepatnya di Provinsi Anhui, di mana ia menawarkan peluang kolaborasi strategis kepada para pengusaha di sana.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Huangshan, Akmal Malik bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Anhui, Sun Yong, beserta jajaran. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama Sister-Province antara Kalimantan Timur dan Anhui. Akmal menjelaskan bahwa perpindahan sekitar 26 ribu pegawai pemerintah pusat ke IKN memerlukan infrastruktur pendukung yang memadai, termasuk ketahanan pangan. Oleh karena itu, ia mengusulkan kerja sama dengan pola baru antara BUMD Kaltim dan sektor swasta di Anhui yang saling menguntungkan. "Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjaga dengan semangat persaudaraan antara kedua belah pihak," ujarnya dalam keterangan resmi di Samarinda.
Sun Yong, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan tentang kemajuan infrastruktur di Provinsi Anhui, termasuk kereta api cepat yang sudah digunakan di Jakarta dan Bandung. Ia juga menekankan pentingnya forum kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang sedang berlangsung, yang melibatkan negara-negara ASEAN dan mitra perdagangan lainnya seperti Australia, China, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan.
Sun Yong juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran delegasi Pemerintah Provinsi Kaltim dan berharap dapat menjadi partner prioritas dalam pembangunan IKN. Ia mengungkapkan keinginan para pelaku usaha Anhui untuk berpartisipasi dalam proyek besar ini dan menantikan kunjungan balasan ke Kalimantan Timur.
Salah satu hasil konkret dari kunjungan tersebut adalah kesepakatan investasi dari Anhui Guangxin Agrochemical Co Ltd, yang berencana menggelontorkan US$800 juta atau sekitar Rp13,1 triliun ke Kalimantan Timur. Investasi ini akan difokuskan pada sektor pertanian kimia, seperti pestisida, herbisida, dan glifosat. Akmal Malik menjelaskan bahwa Vice President Anhui Guangxin Agrochemical Co Ltd, Guo Xuejun, telah melakukan survei ke beberapa lokasi di Indonesia sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Kalimantan Timur.
"Adapun nilai investasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu investasi awal sebesar US$300 juta dan pengembangan selanjutnya sebesar US$500 juta, dengan total investasi senilai Rp13 triliun," kata Akmal.
Akmal Malik mengapresiasi rencana investasi ini, mengingat Kalimantan Timur adalah mitra strategis IKN yang sedang dipercepat pembangunan sektor pertaniannya. Ia optimis bahwa investasi ini akan mewujudkan ketahanan pangan di provinsi yang dikenal sebagai 'Benua Etam' tersebut serta di IKN.
Kerja sama ini menunjukkan upaya serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengawal investasi dan memastikan keberlanjutan usaha mitra-mitra bisnis di daerah, sekaligus melindungi kepentingan bersama dengan semangat persaudaraan antara Kalimantan Timur dan Anhui.

Komentar
Posting Komentar