UTANG PEMERINTAH INDONESIA TEMBUS RP 8.338 TRILIUN, BEGINI PENJELASAN SRI MULYANI



NUSANTARA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan mengenai kondisi utang pemerintah Indonesia yang kini mencapai Rp 8.338,43 triliun. Penjelasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI pada 6 Juni 2024, merespons kekhawatiran masyarakat terkait besarnya angka utang tersebut.

Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi utang pemerintah masih dalam batas aman, terutama jika dilihat dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun 2022, rasio utang Indonesia terhadap PDB berada pada angka 39,7%, yang lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain seperti Malaysia (60,4%), Thailand (61%), India (88,5%), dan Argentina (85%).

“Walau sering disampaikan, masih banyak orang yang khawatir terhadap utang Indonesia karena melihat besarnya. Namun, jika dibandingkan dengan negara lain, rasio utang kita masih dalam batas aman,” ujar Sri Mulyani.

Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan rasio utang terhadap PDB bukan hanya dialami oleh Indonesia, melainkan hampir semua negara G20 dalam dekade terakhir, termasuk Rusia dan Saudi Arabia yang juga menaikkan utangnya untuk pembangunan.

Meskipun pada tahun 2020 defisit anggaran melonjak akibat pandemi COVID-19, Sri Mulyani memastikan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan konsolidasi fiskal dengan cepat. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola utang dengan baik sebagai bagian dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa posisi utang pemerintah hingga April 2024 bertambah Rp 76,33 triliun dari bulan sebelumnya, mencapai Rp 8.338,43 triliun. Rasio utang terhadap PDB tercatat sebesar 38,64%, menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 38,79%.

Sri Mulyani menekankan bahwa pengelolaan utang yang baik adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal dan ekonomi. Dengan rasio utang yang tetap terjaga d

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK