BMKG GANDENG TNI JALANKAN OPERASI MODIFIKASI CUACA GUNA MENGURANGI TINGGINYA CURAH HUJAN DI IKN
NUSANTARA- Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru direncanakan berada di kawasan ekuator, sehingga memiliki karakteristik cuaca yang unik dan menantang. Salah satu tantangan terbesar adalah tingginya curah hujan yang sering terjadi di wilayah ini. Meskipun Indonesia sedang memasuki musim kemarau, fenomena La NiƱa yang terjadi saat ini menyebabkan curah hujan tetap tinggi, bahkan melebihi normal. Hujan yang terus menerus ini menghambat berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur di IKN.
Dalam 30 hari terakhir, hanya ada 8 hari cerah sementara sisanya diwarnai oleh hujan. Hal ini tentunya menjadi hambatan besar bagi pembangunan, karena proses konstruksi sangat tergantung pada kondisi cuaca. Menyadari tantangan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutuskan untuk mengambil langkah proaktif. BMKG bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalankan operasi rekayasa cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di kawasan ini.
Operasi rekayasa cuaca atau yang dikenal sebagai modifikasi cuaca bertujuan untuk mengurangi curah hujan sehingga pembangunan infrastruktur tidak terganggu. Tri Koseto, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk memastikan operasi ini berjalan lancar. "BMKG bekerja sama dengan TNI melaksanakan rekayasa cuaca yang kita kenal dengan operasi modifikasi cuaca di sana. Tujuannya untuk mengurangi curah hujan supaya tidak mengganggu pembangunan infrastruktur, agar targetnya segera selesai," ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan IKN. Salah satu fokus utama dalam operasi ini adalah menjaga agar kondisi cuaca tidak mengganggu proses pengaspalan jalan dan pembangunan gedung-gedung penting. Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, juga menegaskan bahwa curah hujan yang tinggi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan lambatnya pembangunan infrastruktur di IKN. Untuk menyiasati hal ini, beberapa konstruksi, seperti pengaspalan jalan, bahkan dilakukan di bawah tenda untuk menghindari hujan.
Selain itu, operasi rekayasa cuaca juga direncanakan untuk dilaksanakan pada 17 Agustus 2024, bertepatan dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Indonesia. Upacara ini memiliki makna penting karena akan diadakan di ibu kota yang baru, menggantikan Jakarta. Basuki Hadimuljono mengklaim bahwa kesiapan sarana dan prasarana, termasuk air dan listrik, sudah berada pada tahap yang bagus. Rumah dinas untuk keempat menteri koordinator (Menko) juga telah disiapkan.
Upaya rekayasa cuaca ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan IKN dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan. Dengan adanya dukungan dari BMKG dan TNI, diharapkan kondisi cuaca yang sering menjadi kendala dapat diatasi, sehingga IKN bisa segera terwujud sebagai pusat pemerintahan baru yang modern dan berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar