JOKOWI APRESIASI PENGGUNAAN DRONE UNTUK PEMUPUKAN LUMBUNG PANGAN DI PAPUA SELATAN
MERAUKE, PAPUA SELATAN- Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara Iriana, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau simulasi penggunaan teknologi pesawat nirawak atau drone dalam penyebaran pupuk di area pertanian seluas 40.000 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi konsep pertanian pintar atau smart farming, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi mengapresiasi inovasi teknologi yang diterapkan dalam pertanian, khususnya penggunaan drone untuk pemupukan. Teknologi ini, menurut Presiden, merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan krisis pangan global yang disebabkan oleh perubahan iklim. "Krisis pangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan solusi yang efisien dan berkelanjutan. Penggunaan drone dalam pemupukan adalah salah satu inovasi yang mendukung kemandirian pangan kita," ujar Jokowi dalam konferensi pers yang diadakan di lokasi.
Drone yang digunakan dalam simulasi ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai perintah melalui jaringan internet. Kepala Balai Pelatihan Pertanian, Roni, menjelaskan bahwa drone ini dapat dikendalikan menggunakan aplikasi berbasis Android pada ponsel pintar. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh, serta pengaturan berbagai parameter penting seperti suhu udara, curah hujan, kelembapan tanah, dan kecepatan angin. "Dengan sistem ini, kita bisa mengontrol kegiatan penyiraman dan pemupukan dengan lebih presisi, sehingga hasil pertanian bisa lebih optimal," kata Roni.
Selain memantau simulasi, Jokowi juga berinteraksi langsung dengan para petani setempat mengenai manfaat dan tantangan dalam penerapan teknologi ini. Para petani melaporkan bahwa teknologi smart farming telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil pertanian mereka. Tenang Wibowo, salah satu petani yang terlibat, mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi ini telah meningkatkan produksi hasil pertanian mereka. "Sebelumnya, hasil pertanian kami hanya sekitar 80-90 ikat karung per hektar. Dengan smart farming, hasilnya meningkat menjadi 120-130 ikat karung per hektar," ujar Tenang.
Jokowi juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pertanian untuk mencapai kemandirian pangan. Ia mengapresiasi upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam menerapkan teknologi ini. Selain itu, Presiden Jokowi juga mendukung upaya perusahaan dalam membuat persemaian bibit tanaman endemik Papua untuk rehabilitasi hutan. "Ini adalah contoh bagaimana teknologi dan praktek berkelanjutan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan pertanian yang lebih baik sambil menjaga lingkungan kita," tambah Jokowi.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua Selatan ini merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi teknologi. Dengan terus mendorong penerapan teknologi canggih dalam pertanian, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya dan menjadikannya sebagai lumbung pangan yang handal di kawasan.

Komentar
Posting Komentar