JOKOWI DITUDING BANGKITKAN NEO ORDE BARU, MANTAN AKTIVIS 98 UNGKAP HAL INI!



JAKARTA- Isu mengenai bangkitnya neo Orde Baru (Orba) di Indonesia kembali mencuat ke permukaan setelah Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengangkatnya dalam sebuah pernyataan publik. Klaim ini memicu berbagai tanggapan dari kalangan mantan aktivis Reformasi 1998, salah satunya dari Ridwan, seorang mantan aktivis yang dikenal aktif dalam pergerakan tersebut.

Menurut Ridwan, tudingan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya membangkitkan neo Orde Baru adalah sebuah kesalahan. Ridwan menilai bahwa tuduhan ini tidak lebih dari upaya untuk menyerang lawan politik yang mendapat dukungan dari Jokowi. Dalam pandangannya, isu neo Orde Baru sering digunakan sebagai alat politik untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu tanpa dasar yang kuat.

Ridwan menjelaskan bahwa setelah Jokowi menjadi kepala negara, pengabdian tertingginya adalah kepada rakyat, bukan kepada partai politik. "Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sistem demokrasi memerlukan partai politik, namun setelah menjadi kepala negara maka pengabdian tertinggi adalah rakyat," ujar Ridwan. Dia menegaskan bahwa Jokowi memahami bahwa sebagai seorang presiden, orientasi utama haruslah pada kebutuhan dan kesejahteraan rakyat, bukan pada kepentingan partai politik.

Menurut Ridwan, Jokowi memiliki komitmen untuk menjadi "petugas rakyat" yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada mengikuti tuntutan partai politik. Hal ini dianggap Ridwan sebagai manifestasi dari kedaulatan rakyat. "Karena menyadari pentingnya kebutuhan rakyat, maka menjadi hal utama jika rakyatlah yang menjadi orientasi Jokowi," jelas Ridwan.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa menjadi petugas rakyat adalah esensial dari prioritas pengabdian seorang kepala negara. Dalam pandangannya, Jokowi tidak akan bisa didikte oleh partai politik dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyat. "Dengan menjadi petugas rakyatlah Jokowi hanya mampu didikte dengan jiwanya rakyat. Itulah sebabnya Jokowi memberikan yang terbaik untuk rakyat," tutup Ridwan.

Ridwan menilai bahwa anggapan tentang kebangkitan neo Orde Baru adalah sebuah tuduhan yang tidak berdasar dan lebih merupakan strategi politik untuk melemahkan figur-figur tertentu dalam pentas politik Indonesia. Sebagai mantan aktivis yang memahami dinamika politik Indonesia, Ridwan merasa penting untuk mengedepankan pemahaman yang objektif tentang tindakan dan kebijakan Jokowi, tanpa terjebak dalam isu-isu yang tidak substansial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK