KERJASAMA PERTANIAN RI-TIONGKOK UNTUK TRANSFER ILMU PENGEMBANGAN BIBIT UNGGUL



JAKARTA- Indonesia - Tiongkok menjalin kerjasama strategis dalam pengembangan bibit unggul untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian di Tanah Air. Kerjasama ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinvest), IPB, BRIN, serta Beijing Genomics Institute. Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi rekayasa genetika pada bibit tanaman seperti kentang, cabai, dan bawang, guna meningkatkan hasil panen dan memberikan nilai tambah kepada petani.

Dalam video unggahan di akun Instagram resminya, Luhut menyatakan bahwa program ini telah menunjukkan hasil yang positif. Di food estate Humbang Hasundutan, misalnya, petani kini menikmati hasil panen yang lebih baik berkat bibit yang dikembangkan melalui teknologi genomik. Teknologi ini juga diterapkan pada Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) untuk meningkatkan kualitas bibit dan hasil pertanian.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada penyebaran manfaat teknologi genomik ke seluruh daerah di Indonesia. Kerjasama ini melibatkan berbagai universitas terkemuka di Indonesia serta institusi terkait seperti Kemendikbudristek. Luhut berharap, dengan adanya pengembangan bibit unggul ini, sektor pertanian Indonesia dapat lebih produktif dan mampu bersaing di pasar global.

Luhut menekankan bahwa pengembangan teknologi genomik ini merupakan upaya penting untuk menghadapi tantangan krisis pangan global. Dengan memastikan kualitas bibit yang lebih baik, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat, serta ketahanan pangan nasional menjadi lebih terjamin. Penerapan teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Kerjasama ini adalah langkah strategis untuk menghadapi tantangan global di sektor pertanian dan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK