MENDAGRI KLAIM BIAYA HIDUP DI IKN LEBIH RENDAH DIBANDING JAKARTA
NUSANTARA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa biaya hidup di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta. Pernyataan ini memberikan angin segar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan segera pindah ke IKN.
"Di sana (IKN) biaya hidup lebih rendah dari Jakarta. Kalau pernah datang ke IKN, di sana kan ada fasilitas dasar. Tapi kalau mau belanja dan lain-lain itukan di Balikpapan. Dan biaya hidup di IKN maupun Balikpapan, saya kira lebih rendah daripada di Jakarta,” jelas Tito di Jatinangor, Sumedang, Jumat (26/7/2024).
Menurut Tito, di IKN telah dibangun berbagai fasilitas dasar yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para ASN. Dengan adanya fasilitas ini, para ASN tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka setelah pindah ke IKN. Fasilitas yang telah dibangun meliputi perumahan, layanan kesehatan, dan infrastruktur penunjang lainnya.
Lebih lanjut, Tito menambahkan bahwa gaji dan pendapatan resmi ASN sudah cukup untuk menutupi biaya hidup di IKN. Namun, ia juga mengharapkan adanya tambahan tunjangan dari Kementerian Keuangan atau Presiden untuk lebih meningkatkan kesejahteraan para ASN yang bertugas di IKN.
Kemendagri sendiri telah menyiapkan ASN yang akan pindah ke IKN sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Tito menegaskan bahwa banyak ASN, terutama yang masih muda, sangat antusias untuk pindah ke IKN. "Banyak yang mau ke IKN, terutama yang muda-muda. Saya juga siap untuk segera ke sana," tambah Tito.
Salah satu alasan mengapa biaya hidup di IKN lebih rendah dibandingkan Jakarta adalah karena harga barang dan jasa di wilayah Kalimantan Timur cenderung lebih murah. Selain itu, IKN dirancang dengan konsep kota yang efisien dan berkelanjutan, sehingga dapat menekan biaya operasional dan konsumsi energi.
IKN juga terintegrasi dengan kota Balikpapan yang merupakan pusat perdagangan dan bisnis di Kalimantan Timur. Dengan akses yang mudah ke Balikpapan, para ASN dapat memenuhi kebutuhan belanja mereka dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Jakarta.
Pemindahan ibu kota ke IKN tidak hanya bertujuan untuk mengurangi beban Jakarta, tetapi juga untuk mendistribusikan pembangunan dan kesejahteraan ke wilayah lain di Indonesia. Dengan biaya hidup yang lebih rendah, diharapkan IKN dapat menjadi tempat yang menarik dan nyaman bagi para ASN dan keluarganya.A

Komentar
Posting Komentar