MUALAF SEJAK 2015, ISU JAN DARMADI DIGORENG LAGI OLEH PIHAK TAK BERTANGGUNG JAWAB
JAKARTA- Isu mengenai Jan Darmadi, yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), kembali mencuat di publik. Kontroversi ini mengemuka setelah tuduhan bahwa Darmadi pernah terlibat dalam bisnis perjudian, yang dianggap bertentangan dengan etika dan integritas jabatan publiknya. Penunjukan Darmadi sebagai Wantimpres, yang diumumkan pada awal 2015, memicu reaksi negatif, terutama karena sejarah masa lalunya yang dianggap kontroversial.
Darmadi memang pernah terlibat dalam industri kasino di Jakarta Utara sekitar 45 tahun lalu, sebagaimana diakui oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Paloh menjelaskan bahwa pada masa itu, bisnis kasino adalah legal dan merupakan bagian dari tantangan zamannya. Menurut Paloh, saat ini Darmadi sudah tidak lagi terlibat dalam industri perjudian dan lebih fokus pada peran barunya sebagai Wantimpres. "Dia memiliki usaha kasino, namun itu terjadi 45 tahun lalu. Sekarang dia adalah bagian dari upaya membangun kota Jakarta," jelas Paloh.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, menambahkan bahwa Darmadi telah memeluk agama Islam dan menjadi seorang mualaf. Capella mengklaim bahwa perubahan ini menunjukkan transformasi pribadi Darmadi yang kini lebih arif dan bijaksana. “Pak Jan sekarang sudah menjadi sosok yang arif dan senior. Dia memeluk Islam dan belajar agama dengan intensif,” kata Capella.
Namun, isu ini kembali digoreng oleh beberapa buzzer di media sosial yang menuduh Darmadi sebagai bos judi. Tuduhan ini memicu berbagai reaksi, termasuk dari Profesor Thamrin Amal Tomagola, seorang guru besar sosiologi dari Universitas Indonesia, yang menyatakan keprihatinannya melalui Twitter. Tomagola menilai penunjukan Darmadi sebagai Wantimpres merupakan sebuah kesalahan dan mencerminkan ketidakpastian dalam kebijakan pemerintah. "Keprihatinan Sore: Astagfirullah, Bos Judi, Jan Darmadi alias Apiang dilantik hari ini jadi Anggota Wantimpres! Pemberi pertimbangan judi?" tulis Tomagola.
Selain itu, pesan berantai melalui aplikasi Blackberry Messenger juga menyebarluaskan informasi ini, menambah kekhawatiran publik tentang integritas Darmadi dalam perannya sebagai penasihat presiden. Meskipun tuduhan tersebut berdasarkan pada fakta lama, perdebatan ini menunjukkan bagaimana isu-isu masa lalu bisa mempengaruhi persepsi publik terhadap seorang pejabat, bahkan jika mereka telah mengalami perubahan signifikan dalam hidup mereka.
Dalam menghadapi polemik ini, penting untuk menilai secara objektif dan mempertimbangkan bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk berubah. Penunjukan Darmadi sebagai Wantimpres menunjukkan kompleksitas dalam penilaian integritas seseorang dan bagaimana masa lalu seseorang dapat terus mempengaruhi pandangan publik, meskipun mereka telah berusaha untuk memperbaiki diri.

Komentar
Posting Komentar