PEMBANGUNAN IKN LEBIH MIRIP DENGAN KOTA BARU NEOM ARAB SAUDI DIBANDING IBUKOTA BARU MESIR
NUSANTARA- Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia sering dibandingkan dengan proyek Ibukota baru lainnya di dunia, seperti NEOM di Arab Saudi dan Ibukota Administratif Baru (IAB) di Mesir. Dari ketiganya, IKN lebih mirip dengan NEOM daripada IAB, baik dari segi visi, konsep, maupun tujuan pembangunan.
NEOM, yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada 2017, dirancang sebagai wilayah bisnis global masa depan. Lokasinya di barat laut Arab Saudi dan diproyeksikan akan menelan biaya sekitar 500 miliar Dollar AS. Sementara itu, IKN diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 dan resmi diberi nama Nusantara pada 2022. Pembangunan IKN diperkirakan membutuhkan dana sekitar 35 miliar Dollar AS.
Salah satu perbedaan utama antara NEOM dan IAB adalah visi dan fungsinya. NEOM dibangun sebagai kota futuristik yang modern dan berkelanjutan dengan teknologi canggih, mengusung konsep yang sejalan dengan Visi Saudi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Kota ini akan mencakup beberapa kota, seperti The Line, Oxagon, Trojena, dan Sindalah, dengan luas total 26.500 kilometer persegi.
Sebaliknya, IAB di Mesir, meskipun juga bertujuan untuk modernisasi, lebih berfokus pada mengurangi kepadatan penduduk di Kairo. Proyek ini mulai dikerjakan secara serius pada 2015 dan diproyeksikan menelan biaya puluhan miliar Dollar AS, dengan luas sekitar 700 kilometer persegi. Meski sudah bertahun-tahun dikerjakan, banyak infrastruktur utama masih dalam tahap pembangunan dan mengalami keterlambatan.
IKN lebih mirip dengan NEOM karena juga dirancang sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan modern, mengusung konsep smart forest city dan sponge city. Kota ini tidak hanya akan menjadi pusat administrasi pemerintahan yang baru tetapi juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan luas 252.600 hektar, IKN akan mencakup Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kawasan IKN, dan Kawasan Pengembangan IKN.
Dalam hal pembiayaan, NEOM dan IKN juga memiliki kesamaan. NEOM dibiayai oleh Public Investment Fund (Dana Investasi Publik) Kerajaan Arab Saudi, bersama dengan investasi lokal dan internasional. Sementara itu, pembangunan IKN menggunakan APBN dengan porsi maksimal 20 persen dari total kebutuhan, sisanya dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta.
Konsep futuristik dan teknologi tinggi juga menjadi kesamaan utama antara NEOM dan IKN. NEOM akan dibangun dengan menerapkan teknologi canggih dan berkelanjutan, mencakup sektor-sektor seperti energi, kesehatan, teknologi digital, dan pariwisata. IKN, di sisi lain, dirancang untuk menjadi kota pintar berbasis teknologi digital yang ramah lingkungan dan layak huni.
Sementara itu, IAB di Mesir lebih fokus pada pemindahan fungsi administrasi dari Kairo yang padat dan bersejarah ke kota baru yang modern dan luas. Meski memiliki ambisi untuk menjadi kota modern, IAB menghadapi tantangan besar dalam hal pembiayaan dan penyelesaian infrastruktur. Dengan banyaknya gedung pencakar langit dan fasilitas modern yang direncanakan, proyek ini juga memiliki tujuan untuk memamerkan kekuatan dan modernitas Mesir.
Dalam hal penyelesaian waktu, baik NEOM maupun IKN memiliki rencana pembangunan bertahap. NEOM diproyeksikan akan mulai dihuni pada beberapa bagian pada 2024, dan keseluruhan proyek selesai pada 2045 dengan populasi diperkirakan mencapai 9 juta orang. IKN juga direncanakan selesai pada 2045 dengan proyeksi penduduk 1,91 juta orang. IAB, di sisi lain, masih berjuang untuk menarik penduduk dan bisnis untuk pindah, meskipun beberapa distrik pemerintahan telah mulai beroperasi.
Dengan berbagai kemiripan tersebut, jelas bahwa pembangunan IKN lebih sejalan dengan visi futuristik dan modern dari NEOM di Arab Saudi dibandingkan dengan proyek Ibukota baru di Mesir yang lebih pragmatis dan berfokus pada redistribusi populasi. Keduanya mengemban cita-cita besar untuk menciptakan kota masa depan yang berkelanjutan dan berteknologi tinggi, menjadikan mereka sebagai proyek-proyek ambisius yang menarik perhatian dunia.

Komentar
Posting Komentar