PEMINDAHAN IBUKOTA NEGARA DIYAKINI BAKAL CIPTAKAN GEOSTRATEGI BARU



NUSANTARA- Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur bukan hanya proyek infrastruktur besar, tetapi juga langkah strategis yang akan menciptakan geostrategi baru bagi Indonesia. Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjen Novi Helmy Prasetya, menegaskan bahwa perubahan ini memiliki implikasi signifikan terhadap pertahanan dan keamanan negara.

Dalam acara komunikasi sosial dengan komponen pemerintah bertemakan "Sinergi Bersama Komponen Pemerintah Mendukung Pembangunan IKN Nusantara Menuju Indonesia Emas" yang diadakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (25/7/2024), Novi melalui Paban IV/Komsos Ster TNI Kolonel (Arm) Budi Saroso, menyampaikan pentingnya dukungan dari komponen non-militer selain komponen pertahanan negara dari ketiga matra TNI.

Novi menekankan bahwa konsep kekuatan pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa adalah mutlak. “TNI sebagai alat pertahanan negara, siap mendukung pemindahan ibu kota ke IKN, Kalimantan Timur," ujar Novi dalam siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Sabtu (27/7/2024). Menurutnya, pemindahan ibu kota ini akan membawa tantangan dan peluang baru dalam konteks geostrategi nasional, yang membutuhkan kerjasama dan sinergi semua pihak.

Pemindahan ibu kota ke Nusantara menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, sebagai negara demokrasi, Novi menekankan bahwa seluruh komponen bangsa harus mendukung keputusan yang sudah diambil dan ditetapkan oleh undang-undang. Dukungan ini penting untuk meminimalisasi dampak negatif dari pemindahan tersebut.

Novi mengakui bahwa tidak ada keputusan yang bisa memuaskan semua pihak. Namun, keputusan yang memberikan manfaat besar kepada bangsa harus didukung sebagai wujud kecintaan dan bakti untuk negara. Pemindahan ibu kota ke Nusantara diharapkan membawa manfaat besar dalam hal pemerataan pembangunan, pengurangan beban Jakarta, dan peningkatan pertahanan serta keamanan nasional.

Geostrategi baru yang dihasilkan dari pemindahan ibu kota ini mencakup beberapa aspek. Pertama, lokasinya di Kalimantan Timur yang lebih sentral secara geografis di Indonesia, memungkinkan respon yang lebih cepat terhadap ancaman eksternal maupun internal. Kedua, pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi di Nusantara akan mendukung mobilisasi militer dan logistik yang lebih efisien. Ketiga, kehadiran ibu kota di wilayah yang lebih dekat dengan perbatasan negara lain diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan pertahanan di wilayah perbatasan.

Selain itu, pemindahan ibu kota juga diharapkan dapat mengurangi ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan dan sekitarnya. 

Novi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pemindahan ibu kota. Sinergi antara komponen militer dan non-militer sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul selama proses pemindahan dan pembangunan. Kerjasama ini tidak hanya penting untuk keamanan, tetapi juga untuk keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat di ibu kota baru.

Dengan dukungan dari seluruh komponen bangsa, pemindahan ibu kota ke Nusantara diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses, menciptakan geostrategi baru yang lebih kuat dan kokoh bagi pertahanan dan keamanan Indonesia, serta membawa manfaat besar bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK