PEMKAB PPU SIAP HIBAHKAN ASET TAHAP 2 KE IKN UNTUK DUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL



NUSANTARA- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali melangkah dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan rencana penyerahan aset tahap dua di Kecamatan Sepaku ke Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya di mana pada tahap pertama, Pemkab PPU telah menyerahkan sejumlah aset yang berada di kawasan inti pusat pemerintahan IKN.

Aset-aset yang akan diserahkan pada tahap kedua ini meliputi sejumlah bangunan dan lahan yang vital untuk kelancaran pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut. Menurut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, proses penyerahan ini dilakukan setelah melalui tahapan inventarisasi yang teliti. Hal ini penting mengingat dinamika perubahan jumlah aset pemerintah daerah yang terus bergerak seiring dengan berlangsungnya pembangunan di wilayah Sepaku. "Kita telah melakukan inventarisasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa semua aset yang diserahkan tepat dan tercatat dengan baik. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara sesuai dengan visi nasional," ungkap Muhajir.

Diketahui, Kecamatan Sepaku menjadi salah satu lokasi strategis yang telah ditetapkan sebagai bagian integral dari IKN. Penyerahan aset tahap dua ini tidak hanya mencakup bangunan-bangunan administratif, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti jembatan, peralatan, dan mesin yang dikelola oleh berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Kesehatan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Aset-aset ini, yang tersebar luas di Sepaku, menjadi bagian penting dalam memperkuat infrastruktur dasar yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat dan kelancaran aktivitas pemerintahan di kawasan IKN. Langkah ini sekaligus merupakan bentuk komitmen Pemkab PPU dalam menjaga konsistensi dan mendukung transformasi besar-besaran pembangunan nasional yang diwujudkan melalui pembangunan Ibu Kota baru. "Penyerahan aset tahap dua ini bukan hanya sekadar pengalihan hak, tetapi juga bagian dari upaya lebih luas untuk memastikan bahwa infrastruktur yang ada dapat terus beroperasi dan mendukung visi pembangunan jangka panjang Indonesia," tambah Muhajir.

Proses ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dengan otoritas nasional dalam mengelola transformasi wilayah yang memiliki dampak luas bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan penyerahan aset tahap dua ini, diharapkan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara dapat terus berjalan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan, sambil memperkuat ikatan antara PPU dan visi pembangunan nasional yang lebih besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK