PERMUDAH IZIN PENYELENGGARAAN ACARA SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN PEREKONOMIAN NEGARA, BUKAN LIBERALISASI
JAKARTA- Pemerintah Indonesia semakin menggalakkan reformasi birokrasi melalui digitalisasi dalam proses perizinan penyelenggaraan acara. Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bukan sekadar liberalisasi tanpa arah. Digitalisasi ini bertujuan untuk memangkas birokrasi yang rumit dan memperlancar proses izin, sehingga lebih menarik bagi investor dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Presiden Joko Widodo telah menegaskan pentingnya reformasi ini dalam upaya membangun perekonomian nasional. Dalam pidatonya, beliau menyoroti betapa pentingnya Indonesia untuk bisa menjadi tuan rumah acara besar, yang selama ini cenderung lebih sering dilakukan di negara tetangga karena proses izin yang lebih cepat dan mudah. Contoh yang disebutkan adalah konser-konser internasional yang sering kali lebih memilih Singapura daripada Indonesia.
Langkah konkret yang diambil pemerintah adalah dengan meluncurkan sistem digitalisasi perizinan acara pada bulan Juni 2024. Digitalisasi ini tidak hanya mengurangi waktu dan biaya dalam pengurusan izin, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses birokrasi. Dengan sistem yang lebih efisien dan transparan, diharapkan lebih banyak acara internasional dan nasional yang bisa diselenggarakan di Indonesia, mengundang lebih banyak kunjungan wisatawan dan investor.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara besar sangat signifikan. Bukan hanya dari sektor pariwisata dan perhotelan yang langsung terkena dampaknya, tetapi juga dari sektor lain seperti transportasi, kuliner, dan barang konsumsi lainnya. Peningkatan kunjungan wisatawan internasional juga akan berkontribusi pada devisa negara dan peningkatan investasi di sektor-sektor terkait.
Terkait dengan kekhawatiran akan liberalisasi tanpa arah, pemerintah menegaskan bahwa langkah ini tetap berada di bawah kontrol yang ketat untuk memastikan bahwa setiap acara yang diselenggarakan di Indonesia tetap mematuhi regulasi dan standar yang berlaku. Hal ini tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memastikan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat Indonesia.
Melalui langkah-langkah ini, Indonesia berharap untuk membangun reputasi sebagai tuan rumah acara internasional yang ramah, efisien, dan profesional. Ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih menarik bagi pelaku industri event organizer dan investor di bidang pariwisata dan infrastruktur.

Komentar
Posting Komentar