PERTAMINA SIAPKAN JARINGAN GAS ALAM SEBAGAI FONDASI ENERGI RAMAH LINGKUNGAN DI IKN
NUSANTARA- Pembangunan infrastruktur energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia semakin mendapat perhatian serius, terutama dengan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu aspek krusial dalam mendukung keberlanjutan energi di IKN adalah pengembangan jaringan gas alam, yang telah menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Pertamina.
Sebagai langkah awal dalam transformasi infrastruktur energi di IKN, Menteri BUMN Erick Thohir telah menggarisbawahi pentingnya pengembangan kawasan industri hijau di lokasi tersebut. Rencana jangka panjang ini mencakup integrasi berbagai utilitas seperti saluran air, saluran gas, dan kelistrikan, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan berorientasi pada energi bersih.
Pertamina, sebagai perusahaan energi terkemuka di Indonesia, telah mengambil peran penting dalam memastikan keberhasilan proyek ini. Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Wiko Migantoro, menjelaskan bahwa jaringan gas alam akan menjadi tulang punggung infrastruktur energi di IKN.
"Kami fokus untuk menggantikan infrastruktur energi dengan jaringan gas yang lebih ramah lingkungan. Ini akan mendukung berbagai kebutuhan dari hunian ASN hingga gedung pemerintahan dan fasilitas komersial," ujarnya dengan tegas.
Perencanaan pembangunan jaringan gas di IKN dilakukan secara bertahap. Tahap awal proyek ini mencakup penyiapan untuk 166 tower hunian ASN dan 34 rumah tapak menteri. Pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari, tetapi juga sebagai bagian dari upaya untuk meminimalkan jejak karbon dan mendukung target global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
Selain membangun infrastruktur jaringan gas, Pertamina juga sedang mempersiapkan Pendirian Pertamina Sustainable Energy Center. Pusat ini akan menjadi lembaga pendidikan, pelatihan, serta pusat riset dan inovasi untuk teknologi berkelanjutan dan rendah karbon. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan Sustainable Development Goals (SDGs), serta menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam semua aspek bisnisnya.
Kehadiran jaringan gas di IKN bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai simbol komitmen Indonesia dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi contoh dalam pengelolaan energi lokal, tetapi juga menginspirasi inovasi dan investasi dalam sektor energi berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Komentar
Posting Komentar