VIDEO VIRAL TENTANG JOKOWI SELEWENGKAN DANA PENDIDIKAN SEBESAR RP665 TRILIUN TERKONFIRMASI HOAKS



JAKARTA- Belakangan ini, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video di platform YouTube yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyelewengkan dana pendidikan sebesar Rp665 triliun. Video ini diunggah pada 10 Juli 2024 dan telah menarik perhatian lebih dari 3 ribu penonton. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut ternyata tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks.

Penelusuran yang dilakukan oleh tim turnbackhoax.id mengungkapkan bahwa thumbnail dan cuplikan video yang digunakan dalam unggahan tersebut adalah hasil manipulasi dari berbagai gambar dan video yang tidak mendukung klaim tersebut. Thumbnail yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan gabungan dari beberapa gambar yang berbeda, yang telah dimanipulasi sedemikian rupa untuk memberikan kesan seolah-olah ada bukti nyata atas klaim tersebut. Beberapa cuplikan video yang ditampilkan juga tidak mendukung narasi yang disampaikan dalam video tersebut.

Narasi yang dibacakan dalam video tersebut sebenarnya bersumber dari artikel di kompas.com yang berjudul “JPPI Sebut Setengah Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk Dana Desa Adalah Kebijakan Ngawur”. Artikel ini membahas kritik dari Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, terhadap kebijakan alokasi anggaran pendidikan untuk dana transfer daerah dan dana desa. Ubaid menyebut bahwa kebijakan tersebut adalah "ngawur" atau tidak masuk akal jika setengah dari anggaran pendidikan dialokasikan untuk dana desa. Namun, artikel tersebut sama sekali tidak menuduh Jokowi melakukan penyelewengan dana pendidikan.

Selain itu, menurut Pekik Jalu Utomo, tidak ada pemberitaan resmi yang mendukung klaim bahwa Jokowi menyelewengkan dana pendidikan. Video tersebut hanyalah kompilasi dari berbagai peristiwa yang tidak berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, narasi yang disampaikan dalam video tersebut termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi dan menyesatkan.

Video ini diunggah oleh channel YouTube bernama PILIHAN RAKYAT, yang telah menyebarkan informasi palsu tentang penyelewengan dana pendidikan oleh Jokowi. Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, video tersebut memanipulasi berbagai gambar dan cuplikan video untuk membuat seolah-olah klaim tersebut benar.

Informasi yang disebarkan dalam video ini sangat menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu memeriksa kebenaran informasi yang beredar di media sosial sebelum mempercayainya. Menyebarkan informasi palsu tidak hanya merugikan pihak yang difitnah, tetapi juga dapat mengakibatkan ketidakstabilan sosial.

Kesimpulannya, klaim dalam video yang menyatakan bahwa Presiden Jokowi menyelewengkan dana pendidikan sebesar Rp665 triliun adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks. Video tersebut adalah hasil manipulasi dari berbagai gambar dan cuplikan video yang tidak mendukung klaim tersebut. Kita harus lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar. Dengan begitu, kita dapat membantu menjaga ketenangan dan ketertiban di masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK