BMKG TERUS LAKUKAN MODIFIKASI CUACA DI IKN JELANG UPACARA HUT KEMERDEKAAN



NUSANTARA- Sejak 4 Juli 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengurangi intensitas hujan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengungkapkan bahwa upaya ini bertujuan untuk memastikan cuaca mendukung kelancaran upacara dan mempercepat proses pembangunan di kawasan IKN. 

Modifikasi cuaca yang dilakukan melibatkan teknik penyemaian awan untuk mengatur distribusi curah hujan, sehingga kegiatan pembangunan dan persiapan upacara tidak terganggu oleh cuaca buruk. Menurut Seto, operasi ini direncanakan untuk mengurangi kemungkinan hujan deras yang dapat mempengaruhi acara-acara penting di IKN. 

Di lapangan, tampak aktivitas yang sibuk dengan pekerja bangunan yang terus beroperasi di kawasan IKN, menandakan bahwa pembangunan infrastruktur terus berjalan dengan pesat. Proyek-proyek penting sedang diselesaikan untuk memastikan kesiapan IKN sebagai ibu kota baru negara.

Selain itu, pada hari yang sama dengan kegiatan modifikasi cuaca, duplikat Bendera Pusaka Sang Merah Putih dan salinan Naskah Teks Proklamasi akan diarak dari Monas, Jakarta, menuju Istana Presiden di IKN. Kirab ini merupakan bagian dari perayaan kemerdekaan yang menandai transisi signifikan bagi IKN dan negara.

Modifikasi cuaca ini tidak hanya berfungsi untuk mendukung pelaksanaan upacara, tetapi juga untuk mempercepat fase pembangunan di IKN. Dengan cuaca yang lebih terkontrol, diharapkan proses pembangunan infrastruktur yang mendukung kota ini dapat dilanjutkan tanpa kendala.

BMKG terus memantau dan menyesuaikan strategi modifikasi cuaca untuk memastikan semua rencana berjalan sesuai jadwal, menjelang momen-momen penting dalam sejarah IKN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK