BNPB UNGKAP CARA KERJA TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA SENILAI RP9 MILIAR DI IKN



JAKARTA- Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah menarik perhatian publik dengan investasi besar mencapai Rp9 miliar dalam upaya mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa TMC merupakan solusi ilmiah dan teknologi tinggi untuk mengendalikan cuaca, khususnya hujan ekstrem yang dapat menghambat progres pembangunan di IKN.

TMC berfungsi untuk mengubah pola cuaca dengan menggunakan bahan kimia yang disemai ke dalam awan untuk merangsang proses pembentukan hujan atau mengurangi intensitas hujan. Operasi ini dilakukan oleh empat pesawat yang dikerahkan untuk menyemai bahan Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

Dalam dua minggu terakhir, pesawat-pesawat ini telah terbang selama total 211 jam 40 menit, dengan beberapa penerbangan dilakukan pada malam hari untuk mengoptimalkan hasil.

Natrium Klorida dan Kalsium Oksida yang digunakan adalah bahan utama dalam modifikasi cuaca. Natrium Klorida, yang juga dikenal sebagai garam meja, berfungsi untuk menginduksi hujan dengan memicu proses kondensasi di awan.

Sementara itu, Kalsium Oksida membantu meningkatkan efektivitas modifikasi cuaca dengan mempercepat pembentukan butiran es dalam awan. Dalam operasi ini, 96.000 kilogram Natrium Klorida dan 1.000 kilogram Kalsium Oksida disebarkan, mencerminkan skala besar dari upaya ini.

BNPB, bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, TNI AU, BMKG, dan Otorita IKN, mengimplementasikan TMC untuk memastikan pelaksanaan proyek-proyek penting di IKN tidak terganggu oleh kondisi cuaca buruk. Teknologi ini sangat penting, mengingat upacara Hari Kemerdekaan RI ke-79 yang akan dilaksanakan di ibu kota baru pada 17 Agustus 2024, memerlukan cuaca yang kondusif.

Penggunaan TMC juga sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan di IKN. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim dengan mengendalikan hujan ekstrem yang bisa menyebabkan banjir dan gangguan lainnya. Dengan demikian, TMC berperan penting dalam menjaga kelancaran proses pembangunan serta meminimalkan risiko bencana terkait cuaca.

Selain itu, BNPB telah menyerahkan kajian risiko bencana tahunan kepada OIKN sejak tahun 2020. Kajian ini bertujuan untuk memonitor potensi bencana dan mengembangkan langkah-langkah mitigasi, terutama dalam menghadapi ancaman banjir yang sering terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Keberhasilan operasi TMC di IKN menandakan kemajuan dalam penerapan teknologi modifikasi cuaca dan upaya mitigasi bencana di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK