CITA-CITA SOEKARNO TENTANG PEMINDAHAN IBUKOTA KINI MENJADI KENYATAAN DI ERA JOKOWI
JAKARTA- Pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan pencapaian besar yang mencerminkan keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan cita-cita yang sejak lama diimpikan oleh para pendahulunya. Gagasan pemindahan ibu kota sebenarnya bukanlah ide baru. Presiden Soekarno, yang merupakan presiden pertama Republik Indonesia, sudah mencetuskan ide ini pada tahun 1957. Saat itu, Soekarno mengusulkan Palangkaraya di Kalimantan Tengah sebagai calon ibu kota baru. Ide ini muncul karena Jakarta semakin padat dan Soekarno menginginkan pemindahan ibu kota untuk mengurangi beban kota tersebut serta mempercepat pemerataan pembangunan.
Namun, karena berbagai tantangan politik dan pergolakan yang terjadi pada masa itu, termasuk Agresi Militer Belanda dan ketidakstabilan politik di Indonesia, rencana pemindahan ibu kota tidak berhasil direalisasikan. Ketika Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto, gagasan pemindahan ibu kota kembali muncul. Pada 15 Januari 1997, Soeharto menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 yang mengatur pengembangan kawasan Jonggol sebagai kota mandiri dan calon ibu kota baru. Meskipun Keppres ini menandai niat Soeharto untuk memindahkan ibu kota, krisis ekonomi dan kerusuhan politik yang melanda Indonesia pada tahun 1998 menghalangi implementasinya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, gagasan pemindahan ibu kota yang sudah lama tertunda ini akhirnya mendapatkan bentuk nyata. Jokowi memulai proyek pemindahan ibu kota dengan meresmikan rencana pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada 2019. Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Jakarta, tetapi juga untuk mempromosikan pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa. Jakarta, yang saat ini menjadi pusat ekonomi dengan 58 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, telah menarik banyak penduduk dan investasi. Dengan memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur, Jokowi berharap bisa menciptakan pusat ekonomi baru yang dapat meratakan distribusi kekayaan dan pembangunan di seluruh Indonesia.
Jokowi menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota ini adalah langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan populasi. Dengan memindahkan pusat pemerintahan dan sejumlah kementerian ke IKN mulai 2024, Jokowi berupaya menciptakan magnet ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Meskipun proses pemindahan ini direncanakan akan memakan waktu hingga 20 tahun, keberanian Jokowi dalam mewujudkan impian lama ini mendapat pujian dari berbagai kalangan. Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Willy Aditya, pencapaian ini adalah bukti nyata dari kemampuan Jokowi untuk mengubah mimpi lama menjadi kenyataan yang membawa manfaat besar bagi Indonesia.
Dengan adanya IKN, Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki pusat pemerintahan yang lebih merata, tetapi juga dapat mengurangi tekanan pada Jakarta dan meningkatkan kualitas hidup di seluruh negeri. Ini adalah langkah besar yang mewujudkan impian masa lalu menjadi kenyataan di era modern.

Komentar
Posting Komentar