DESAIN ISTANA IKN DENGAN KEPALA GARUDA MENUNDUK AGAR TAK TERKESAN SOMBONG



NUSANTARA- Perancang Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nyoman Nuarta, telah mengungkapkan makna di balik desain kepala Garuda yang menjadi elemen utama dari bangunan ikonik tersebut.

Dalam wawancaranya, Nyoman menjelaskan bahwa desain yang menampilkan kepala Garuda yang tampak menunduk memiliki filosofi mendalam yang menggambarkan sikap melindungi bangsa Indonesia, bukan menunjukkan kesombongan.

Nyoman, yang juga terkenal dengan karyanya Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, menjelaskan bahwa desain Istana Garuda di IKN dirancang untuk melambangkan perlindungan dan kehormatan.

Menurutnya, jika kepala Garuda didesain menunduk, maka hal itu menghindari kesan sombong dan menunjukkan bahwa Garuda sebagai lambang negara sedang melindungi rakyatnya. "Kalau Garuda ngedongak, sombong dong. Terserahlah itu image orang. Saya buat sayapnya itu memeluk seperti melindungi," ujarnya.

Istana Garuda dibangun di atas bukit, dan Nyoman menegaskan bahwa dirinya tidak mengizinkan pembongkaran bukit tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga keaslian alam dan integrasi desain dengan lingkungan sekitar. Tinggi Istana Garuda mencapai 44 meter dari jalan dan 88 meter dari permukaan laut, sementara keseluruhan ketinggian bangunan ini dari puncak Garuda adalah 70 meter. Desain ini tidak hanya memikirkan keindahan visual tetapi juga mempertimbangkan lingkungan dan keberlanjutan.

Nyoman juga menekankan desain lingkungan sekitar yang melibatkan penanaman berbagai tanaman di tebing sekitar istana untuk menciptakan suasana yang asri dan sejuk. Di dalam istana, ruang tunggu dirancang dengan konsep unik di antara tebing setinggi 30 meter dan langit-langit setinggi 30 meter, tanpa perlu pendingin udara berkat sirkulasi udara alami yang lewat melalui celah-celah sayap Garuda. "Jadi nyaman karena panas bisa drop drastis. Misalnya di luar 35 derajat Celsius, di dalam itu bisa 24 derajat Celsius," tambahnya.

Nyoman menegaskan bahwa desain Istana Garuda sepenuhnya merupakan kreasi orisinalnya, tanpa meniru bangunan lain di seluruh dunia. Menurutnya, menciptakan sesuatu yang unik dan membanggakan bangsa merupakan tujuan utamanya. "Saya ini bekerja tidak ada urusan dengan politik. Saya berpikir terhadap bangsa saya, supaya punya harga diri, maka dari itu desain ini enggak ada niru-nirunya," ungkap Nyoman.

Dia juga menanggapi kritik terhadap desain istana dengan mengatakan bahwa interpretasi desain bersifat subjektif dan terbuka untuk penilaian masing-masing individu. Nyoman menekankan pentingnya kritik konstruktif dan memberi ruang bagi generasi muda untuk bebas berkreasi tanpa batasan. "Nanti yang ngomong-ngomong saya mau tanya, dia sudah pernah berbuat apa? Kalau bikin ruko aja, enggak usah ngomonglah. (Namun) bikin sesuatu yang pantas dilihat secara nasional maupun internasional," ujarnya dengan tegas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK