FAKTA DIBALIK BEREDARNYA HOAKS IKN DIBANGUN HANYA ORANG TIONGHOA
JAKARTA- Belakangan ini, beredar narasi di media sosial yang menyebut bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur hanya diperuntukkan bagi warga Tionghoa. Klaim ini muncul dalam bentuk video di platform TikTok dan unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo membangun IKN khusus untuk warga Tionghoa dan bukan untuk pribumi.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut terbukti tidak benar dan merupakan informasi hoaks. Situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa narasi tersebut adalah palsu. Fakta sebenarnya adalah pembangunan IKN melibatkan berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk penduduk lokal. Misalnya, dalam pelaksanaan upacara HUT ke-79 Republik Indonesia di IKN, masyarakat lokal diundang untuk berpartisipasi, dengan total 1.400 undangan yang disebar.
Selain itu, Deputi Protokol dan Pers Media Istana, Yusuf Permana, menegaskan bahwa masyarakat lokal turut diundang dalam perayaan tersebut, sehingga menepis klaim bahwa hanya warga Tionghoa yang diperbolehkan berada di IKN.
Bahkan, pada tahun 2024, IKN akan dihuni oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, penduduk lokal, dan para pekerja prakerja. Ini menunjukkan bahwa IKN dibangun untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa diskriminasi.
Lebih lanjut, narasi serupa yang menyebut bahwa IKN dibangun khusus untuk warga Tionghoa juga ditemukan dalam sebuah video yang diunggah di platform X. Video tersebut menampilkan seorang presenter yang berbicara tentang utang tersembunyi Tiongkok kepada berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, setelah diterjemahkan dan ditelusuri lebih lanjut, video tersebut ternyata tidak membahas pembangunan IKN untuk warga Tionghoa, melainkan soal potensi krisis ekonomi akibat utang besar yang dimiliki banyak negara terhadap Tiongkok.
Kesimpulannya, klaim bahwa IKN dibangun hanya untuk warga Tionghoa adalah tidak berdasar dan merupakan hoaks. IKN dibangun untuk semua rakyat Indonesia, dan pemerintah telah memastikan bahwa masyarakat lokal dan berbagai elemen bangsa lainnya akan terlibat dalam pengembangan dan kehidupan di ibu kota baru ini. Masyarakat diharapkan untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya, dan memastikan bahwa sumber informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Komentar
Posting Komentar