INDONESIA CAPAI PENURUNAN KEMISKINAN EKSTREM HINGGA MENDEKATI NOL%, LEBIH CEPAT DARI TARGET SDGS 2030
JAKARTA- Pemerintah Indonesia terus berupaya keras dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan sebagai bagian dari komitmen mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama (No Poverty) dan kedua (Zero Hunger).
Berbagai strategi dan kebijakan telah diterapkan guna mengurangi angka kemiskinan dan kelaparan di seluruh negeri, dan upaya ini telah mendapatkan pengakuan di berbagai forum internasional.
Dalam forum G20 yang diselenggarakan di Brasil, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan keberhasilan Indonesia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem hingga mendekati nol persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, persentase penduduk miskin ekstrem di Indonesia telah turun menjadi 0,83 persen, dibandingkan dengan 1,12 persen pada Maret 2023. Keberhasilan ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih cepat mencapai target SDGs untuk menghapus kemiskinan ekstrem sebelum tahun 2030.
Selain mengentaskan kemiskinan, Indonesia juga berfokus pada upaya pengentasan kelaparan. Dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi Asia Pacific Regional Conference (APRC) di Sri Lanka, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah untuk mencapai SDGs 2: Zero Hunger.
Salah satu upaya utama adalah penerapan inovasi di sektor pertanian melalui teknologi digital dan modernisasi akuakultur serta peternakan. Program Digital Village Initiative (DVI), yang diluncurkan pada tahun 2022, terus dikembangkan sebagai platform berbagi pengalaman dan dukungan teknis dalam inovasi digital untuk transformasi sistem pangan.
Di tingkat nasional, pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam mencapai target pengentasan kemiskinan dan kelaparan. Salah satu tantangan utama adalah ketidaksetaraan ekonomi, terutama di daerah-daerah tertinggal seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, di mana angka kemiskinan masih berada di atas 20 persen.
Untuk mengatasi ini, pemerintah telah meluncurkan berbagai program perlindungan sosial, termasuk bantuan tunai langsung dan subsidi makanan, serta memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kesempatan kerja.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Sosial Brasil, Menko Muhadjir juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan.
Indonesia dan Brasil sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan pembentukan kelompok kerja guna berbagi praktik terbaik dalam menangani kemiskinan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan dalam pencapaian target SDGs secara global.
Keberhasilan Indonesia dalam mengurangi kemiskinan ekstrem dan memajukan inovasi di sektor pangan menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerja sama internasional dan penerapan kebijakan yang tepat, Indonesia optimis dapat mencapai target pengentasan kemiskinan dan kelaparan secara penuh, sesuai dengan tujuan SDGs.

Komentar
Posting Komentar