ISTANA TEGASKAN! RESHUFFLE KABINET BERTUJUAN MENDUKUNG TRANSISI KEBERLANJUTAN PEMERINTAHAN
JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan reshuffle kabinet di akhir masa jabatannya, dengan tujuan utama untuk mendukung transisi pemerintahan yang baik dan lancar menuju pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menegaskan bahwa pengangkatan menteri, wakil menteri, dan kepala badan baru ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pemerintahan yang efektif selama masa transisi tersebut.
Dalam reshuffle kali ini, Jokowi dijadwalkan melantik beberapa posisi strategis, termasuk Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ari belum mengungkapkan nama-nama yang akan dilantik, namun dari sumber yang terpercaya, diketahui bahwa Supratman Andi Agas dari Partai Gerindra akan menggantikan Yasonna Laoly sebagai Menkumham. Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, akan dipromosikan menjadi Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif. Posisi yang ditinggalkan Bahlil di BKPM akan diisi oleh Rosan Roeslani, mantan Wakil Menteri BUMN dan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024.
Selain menteri, Jokowi juga akan melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, sebuah lembaga baru yang dibentuk pada Agustus 2024 melalui Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Posisi ini penting untuk memperkuat kebijakan nutrisi dan kesehatan masyarakat Indonesia ke depan.
Di samping itu, Rizka Andalusia, yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan dilantik secara definitif sebagai Kepala BPOM. Pelantikan ini mengukuhkan peran BPOM dalam menjaga keamanan dan kualitas produk obat serta makanan di Indonesia.
Reshuffle ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi untuk mempersiapkan pemerintahan baru yang siap melanjutkan pembangunan dan kebijakan-kebijakan strategis yang telah dirintis selama ini. Dengan penunjukan tokoh-tokoh yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, transisi menuju pemerintahan Prabowo diharapkan berjalan mulus, demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Komentar
Posting Komentar