JOKOWI BANTAH ANGGAPAN CAWE-CAWE DI BALIK MUNDURNYA AIRLANGGA HARTARTO



JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dalam pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Saat ditemui di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jokowi menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan urusan internal partai yang tidak melibatkan dirinya sama sekali. "Tidak ada," ujar Jokowi saat ditanya oleh wartawan terkait spekulasi mengenai campur tangannya dalam keputusan Airlangga.

Jokowi menekankan bahwa setiap partai politik memiliki mekanisme dan proses internal yang harus dihormati, termasuk dalam pengambilan keputusan penting seperti pengunduran diri pemimpin partai. "Itu urusan internal partai, silakan tanyakan kepada Golkar, kepada Pak Airlangga," tegasnya.

Ia juga menunjuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, yang merupakan kader Golkar, untuk menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencampuri urusan internal partai.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Meutya Viada Hafid, memastikan bahwa pengunduran diri Airlangga adalah keputusan pribadi yang dibuat tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Pernyataan ini sejalan dengan klarifikasi dari Istana melalui Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, yang menegaskan bahwa tidak ada campur tangan dari Presiden Jokowi dalam keputusan tersebut.

Airlangga mengambil keputusan ini untuk menjaga stabilitas internal Partai Golkar dan memastikan transisi kepemimpinan yang damai menjelang Musyawarah Nasional (Munas) partai yang dijadwalkan pada Desember 2024.

Meski begitu, spekulasi tetap muncul mengingat pengunduran diri Airlangga terjadi menjelang Munas. Pengamat politik dan beberapa pihak mempertanyakan apakah ada faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan tersebut, mengingat Airlangga seharusnya memimpin Golkar hingga Munas.

Namun, klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk Airlangga sendiri, menegaskan bahwa keputusan ini sepenuhnya didasari oleh pertimbangan pribadi dan merupakan bagian dari dinamika internal Partai Golkar.

Selain itu, Airlangga juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, Golkar berhasil mencapai hasil yang signifikan, termasuk keberhasilan dalam pemilu legislatif 2024 dan kontribusi terhadap kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.

Pengunduran diri Airlangga, menurut para pengamat, adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa transisi kepemimpinan di Golkar berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas partai di tengah periode transisi pemerintahan.

Dengan demikian, meskipun ada berbagai spekulasi, pernyataan resmi dari Jokowi dan pihak-pihak terkait menunjukkan bahwa pengunduran diri Airlangga adalah murni keputusan pribadi yang bertujuan menjaga keutuhan dan stabilitas Partai Golkar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK