JOKOWI LAKUKAN RESHUFFLE KABINET UNTUK MENDUKUNG TRANSISI KE ERA PRABOWO



JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet sebagai bagian dari persiapan untuk transisi pemerintahan kepada calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, pada 19 Agustus 2024. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa peralihan kekuasaan berlangsung secara efektif dan lancar, sehingga pemerintahan mendatang dapat segera bekerja dengan maksimal. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, mengungkapkan bahwa pengangkatan menteri, wakil menteri, dan kepala badan baru ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan mendatang, termasuk pemanasan global dan berbagai isu terkait yang memengaruhi Indonesia.

Grace Natalie, Staf Khusus Presiden, menegaskan bahwa reshuffle kabinet ini adalah hak prerogatif Presiden Jokowi yang diatur dalam pasal 17 ayat 2 UUD 1945. Menurutnya, reshuffle ini adalah bagian dari upaya Presiden Jokowi untuk memastikan bahwa pemerintahan yang akan datang dapat langsung berfungsi dengan baik. "Ini adalah hak prerogatif presiden. Agar presiden yang terpilih nantinya yang bekerja sudah bisa jalan kalau bisa lari," ujar Grace dalam wawancaranya dengan PRO3 RRI.

Selain itu, Grace mengungkapkan keyakinannya bahwa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan melanjutkan program-program yang telah dimulai oleh Presiden Jokowi. Ini termasuk komitmen terhadap hilirisasi, proyek-proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), dan inisiatif lainnya. Hal ini sejalan dengan janji kampanye Prabowo-Gibran untuk meneruskan agenda pemerintah Jokowi.

Dalam reshuffle kali ini, beberapa posisi penting diisi oleh figur baru. Misalnya, Supratman Andi Agtas dari Partai Gerindra diangkat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, menggantikan Yasonna Laoly. Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM, diangkat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Posisi Kepala BKPM kini diisi oleh Rosan Roeslani, mantan Wakil Menteri BUMN dan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Jokowi juga melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, lembaga baru yang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Rizka Andalusia, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPOM, diangkat secara definitif sebagai Kepala BPOM.

Reshuffle ini mencerminkan upaya Presiden Jokowi untuk mempersiapkan pemerintahan mendatang dengan tim yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan. Dengan langkah ini, diharapkan proses transisi dapat berjalan dengan baik dan pemerintah yang akan datang dapat melanjutkan program-program penting dengan efektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK