KLAIM PASKIBRAKA DIHAJAR TNI DI IKN KARENA TAK MAU BUKA HIJAB TERKONFIRMASI HOAKS!
NUSANTARA- Sebuah konten viral di TikTok, diunggah oleh akun @shaqur.baroq, memicu kontroversi dan kebingungan di masyarakat. Konten tersebut menampilkan foto seorang perempuan dengan wajah babak belur, disertai narasi yang menyebutkan bahwa perempuan tersebut adalah anggota Paskibraka yang bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurut narasi dalam video itu, perempuan tersebut mengalami penganiayaan oleh anggota TNI setelah menolak melepas jilbabnya. "Gara-gara tidak mau buka hijab di IKN, PASKIBRAKA babak belur oleh TNI Suruan Jokowi," tulis akun tersebut, menciptakan kehebohan dan kecemasan di kalangan warganet.
Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan sumber lain, terungkap bahwa klaim tersebut adalah hoaks. Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut sebenarnya adalah gambar Tiara Maharani, seorang pengusaha asal Serpong, yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto tersebut telah diunggah sebelumnya di situs Kapanlagi.com pada bulan Juli 2023, jauh sebelum isu ini mencuat. Tiara Maharani bukanlah anggota Paskibraka, dan insiden yang menimpanya tidak ada kaitannya dengan TNI atau IKN.
Kasus KDRT yang dialami Tiara sempat menjadi viral di media sosial pada Juli 2023, dan berita ini tidak ada hubungannya dengan kegiatan Paskibraka ataupun penugasan di IKN. Klaim bahwa Tiara adalah anggota Paskibraka yang babak belur dihajar TNI karena menolak melepas jilbab adalah narasi yang sepenuhnya salah dan menyesatkan. Penyebaran informasi palsu seperti ini dapat menciptakan ketakutan dan kebencian yang tidak berdasar di tengah masyarakat.
Kesimpulannya, klaim yang beredar mengenai anggota Paskibraka yang babak belur dihajar TNI di IKN adalah tidak benar. Foto yang digunakan dalam konten tersebut adalah gambar Tiara Maharani, seorang korban KDRT, dan tidak ada kaitannya dengan TNI atau IKN.
Konten ini adalah contoh klasik dari hoaks yang menyebarkan informasi palsu untuk menimbulkan keresahan publik. Penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi dari media sosial, serta selalu memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya.
Program-program seperti Podcast #ViralTapiHoaksiNews dapat menjadi sumber rujukan yang terpercaya untuk memeriksa fakta di balik berita-berita viral, dan membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menghadapi tantangan informasi di era digital ini.

Komentar
Posting Komentar