LAGI-LAGI JOKOWI DIFITNAH TERLIBAT SKENARIO KUDETA PKB & GOLKAR!
JAKARTA- Belakangan ini, beredar narasi yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam skenario untuk memecah belah organisasi besar, khususnya terkait dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU).
Narasi ini mencuat dari sebuah unggahan yang diduga menunjukkan bahwa Jokowi berkolaborasi dengan PKB untuk melakukan kudeta terhadap NU. Namun, klaim ini ternyata tidak berdasar dan merupakan hoaks.
Menurut klarifikasi dari Kominfo, unggahan tersebut menggunakan thumbnail yang dimanipulasi, tidak relevan dengan konten asli dari artikel yang mengabarkan tentang pertemuan Jokowi dengan AHY.
Foto yang digunakan dalam video hoaks tersebut sebenarnya berasal dari artikel berbeda yang tidak memiliki hubungan dengan tuduhan kudeta. Dalam kenyataannya, Jokowi tidak terlibat dalam kegiatan politik seperti yang digambarkan dalam unggahan tersebut.
Di sisi lain, mengenai pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tidak ada kaitannya dengan narasi hoaks tersebut. Airlangga memutuskan untuk mundur demi menjaga soliditas internal partai dan agar bisa fokus pada perannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pengunduran diri ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan transisi pemerintahan yang lancar, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada 2024.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menjelaskan bahwa keputusan Airlangga diambil dengan mempertimbangkan stabilitas dan persiapan partai menghadapi masa transisi. Doli menegaskan bahwa mundurnya Airlangga bukan karena tekanan politik atau skandal, melainkan sebagai langkah untuk memastikan agar semua agenda partai dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Keputusan ini juga diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif di internal Golkar dan di pemerintah.
Sementara itu, Istana Kepresidenan juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak terlibat dalam pengunduran diri Airlangga Hartarto dari Partai Golkar. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyebut bahwa pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Airlangga dan tidak mempengaruhi kinerja pemerintahan. Jokowi tetap fokus pada tugas-tugas kenegaraan dan transisi pemerintahan, serta tidak terlibat dalam urusan internal partai.
Dengan demikian, narasi yang mengaitkan Jokowi dengan pemecahan belah organisasi besar atau dengan pengunduran diri Airlangga Hartarto adalah tidak benar dan merupakan bagian dari hoaks yang sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan politik. Masyarakat diharapkan untuk bijak dalam menerima informasi dan selalu memverifikasi kebenaran berita yang beredar.

Komentar
Posting Komentar