MASUK DAFTAR PRIORITAS, KASAD PASTIKAN JONI MASIH MENJALANI TES PENERIMAAN TNI
JAKARTA- Joni Ande Kala, yang dikenal sebagai "Joni Pemanjat Tiang Bendera" setelah aksinya memanjat tiang bendera saat upacara peringatan 17 Agustus di Kabupaten Tapal Bata, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2018, kini tengah menjalani proses seleksi untuk menjadi anggota TNI. Setelah aksi heroiknya yang viral, Joni dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo untuk dapat bergabung dengan TNI. Namun, saat ini ia menghadapi beberapa tantangan dalam proses pendaftaran.
Presiden Jokowi memutuskan untuk menyerahkan nasib Joni kepada Panglima TNI, dengan menekankan bahwa semua ada aturannya. “Serahkan kepada Panglima,” ujar Jokowi singkat di sela-sela kegiatannya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kendala utama yang dihadapi Joni adalah tidak terpenuhinya kriteria tinggi badan yang ditetapkan oleh TNI. Meski demikian, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa Joni tetap harus mengikuti serangkaian tes kelayakan seperti calon anggota TNI lainnya.
Proses seleksi TNI melibatkan tiga aspek penting yang harus dipenuhi oleh setiap calon, yaitu psikotest, kemampuan mental ideologi, dan kesehatan. Jenderal Maruli menjelaskan bahwa jika ketiga aspek tersebut dipenuhi dengan baik, maka Joni akan menjadi prioritas untuk diterima sebagai anggota TNI.
Tes-tes tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa calon prajurit memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas di berbagai situasi, termasuk kemampuan mengendalikan stres.
Saat ini, Joni yang berusia 19 tahun tengah menjalani proses seleksi lanjutan yang mencakup pengecekan kesehatan dan psikotest. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dukungan publik terhadap Joni tetap kuat, mengingat aksi heroiknya yang luar biasa.
Perjalanan Joni menuju menjadi prajurit TNI masih panjang, namun dengan tekad dan semangatnya yang kuat, ia tetap berusaha untuk memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
Keputusan akhir mengenai nasib Joni berada di tangan Panglima TNI, yang akan mempertimbangkan semua aspek dalam seleksi ini. Jika berhasil melewati semua tes, Joni akan membuka lembaran baru dalam hidupnya sebagai prajurit TNI, melanjutkan perjuangannya untuk mengabdi pada negara seperti yang ia impikan sejak aksinya yang menginspirasi pada tahun 2018.

Komentar
Posting Komentar