MESKI JUMLAH PENDUDUK BENGKAK, STOK BERAS PPU CUKUP PENUHI KEBUTUHAN LOKAL TERMASUK IKN
NUSANTARA- Sejak diresmikannya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami lonjakan jumlah penduduk yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk PPU telah mencapai 264 ribu jiwa, meningkat dari estimasi awal sekitar 196 ribu jiwa. Meski terjadi kenaikan populasi yang pesat, stok pangan, khususnya beras, di wilayah ini tetap dapat memenuhi kebutuhan lokal, termasuk untuk IKN.
Saiful Anam, Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau dan memastikan ketersediaan pangan di PPU. Menurutnya, meskipun ada penambahan penduduk, stok beras di daerah tersebut masih cukup dan mampu bertahan hingga 15 bulan ke depan. Anam menambahkan bahwa beras lokal tetap menjadi andalan, namun untuk menjaga kestabilan pasokan, pihaknya juga mengimpor beras dari luar PPU jika diperlukan.
Selain beras, kebutuhan bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan gula juga tercukupi dengan baik. Untuk bahan pokok yang kurang, pemerintah daerah memastikan pasokan dengan mendatangkannya dari luar PPU, serta melakukan koordinasi dengan distributor dan instansi terkait untuk menjaga kestabilan pasokan pangan. Pengawasan terhadap ketersediaan pangan juga dilakukan secara ketat melalui kerjasama dengan OPD terkait dan kepolisian.
Namun, Anam mengungkapkan tantangan yang dihadapi, yaitu berkurangnya lahan sawah di Sepaku akibat pembangunan IKN. Lahan sawah yang sebelumnya luasnya mencapai 400 hektar kini telah menyusut, yang dapat berdampak pada produksi beras lokal ke depan. Untuk mengantisipasi potensi kekurangan pangan di masa mendatang, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dari luar, guna memastikan keberlanjutan pasokan pangan di PPU.
Kendati ada tantangan tersebut, pemerintah daerah optimis bahwa dengan pengelolaan yang baik dan koordinasi yang efektif, PPU akan mampu menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan dan pengembangan IKN yang kini menjadi pusat perhatian nasional.

Komentar
Posting Komentar