MESKI PILKADA JAKARTA MAKIN PANAS, CAK IMIN YAKIN KOTAK KOSONG TAK AKAN TERJADI
JAKARTA- Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mengungkapkan keraguannya bahwa akan ada kotak kosong dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Pilkada DKI Jakarta mungkin akan menyerupai Pilkada Solo 2020, di mana pesaing Gibran Rakabuming dianggap hanya calon boneka. Meski demikian, Cak Imin sapaan akrab Muhaimin tidak memberikan penjelasan rinci terkait keraguannya dan lebih memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut.
Spekulasi terkait kotak kosong ini kian kuat setelah Koalisi Indonesia Maju (KIM) mencalonkan Ridwan Kamil sebagai kandidat kuat untuk Pilgub DKI Jakarta. Jika PKS dan PKB bergabung dengan KIM Plus, kemungkinan besar tak ada pasangan calon lain yang bisa maju karena tidak memenuhi ambang batas kursi di DPRD DKI Jakarta.
Namun, Muhaimin menekankan bahwa keputusan terkait pencabutan dukungan terhadap Anies Baswedan belum diputuskan dan masih menunggu hasil dari Desk Pilkada PKB. Dalam situasi ini, Muhaimin memilih untuk tidak terlibat langsung dan menyerahkan keputusan kepada tim yang bertanggung jawab.
Di sisi lain, narasi kotak kosong ini dianggap hanya sebagai penggiringan opini publik tanpa data konkret, mengingat pendaftaran calon kepala daerah baru akan dibuka pada akhir Agustus 2024.
Mochammad Afifuddin, Plt KPU RI, juga menegaskan bahwa isu kotak kosong dalam Pilkada 2024 masih terlalu prematur dan belum ada data pasti mengenai daerah yang berpotensi mengalaminya. Isu ini, meski menarik perhatian publik, masih harus dibuktikan kebenarannya melalui proses resmi yang akan berlangsung.
Dalam konteks politik, narasi kotak kosong ini memicu berbagai spekulasi, termasuk tudingan bahwa KIM berupaya untuk menghalangi Anies Baswedan maju dalam Pilkada DKI Jakarta.
Namun, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai bahwa tudingan tersebut hanya fenomena biasa yang terjadi akibat lemahnya strategi atau lobi politik dari calon-calon yang diusung.
Dengan demikian, isu kotak kosong dalam Pilkada DKI Jakarta masih harus dilihat secara lebih mendalam dan tidak perlu dibesar-besarkan hingga ada perkembangan lebih lanjut.

Komentar
Posting Komentar