MESKI TERTINGGI DI ASEAN, PENGANGGURAN INDONESIA TURUN DRASTIS SELAMA 2 DEKADE!
JAKARTA- Selama dua dekade terakhir, Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam mengurangi tingkat pengangguran, meskipun tetap memiliki angka pengangguran tertinggi di ASEAN. Pada tahun 2004, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 9,9%, tetapi berkat berbagai kebijakan dan program, angka ini menurun drastis menjadi 5,2% pada tahun 2024, menurut data International Monetary Fund (IMF).
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2024, tingkat pengangguran nasional tercatat sebesar 4,82%, dengan total 7,20 juta pengangguran dari 149,38 juta angkatan kerja. Meskipun penurunan ini menggembirakan, Indonesia masih mencatat tingkat pengangguran tertinggi di antara enam negara ASEAN lainnya, dengan angka 5,3% menurut IMF.
Data IMF menunjukkan bahwa dari total populasi Indonesia yang mencapai 279,9 juta orang, sekitar 14,6 juta orang berada dalam kategori pengangguran pada April 2024. Laporan World Economic Outlook IMF mencatat bahwa tingkat pengangguran dihitung berdasarkan persentase angkatan kerja atau penduduk berusia 15 tahun ke atas yang aktif mencari pekerjaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan bahwa penurunan tingkat pengangguran secara nasional adalah hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah. Menko Muhadjir menekankan bahwa peningkatan pengangguran di beberapa kota tidak bisa digeneralisasi sebagai representasi pengangguran nasional. Ia juga menekankan perlunya pemberdayaan untuk menciptakan lapangan kerja baru di perkotaan guna mengatasi masalah pengangguran di kota-kota besar.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Indonesia sudah relatif baik, namun proporsi tenaga kerja informal masih mendominasi. Untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan angka pengangguran lebih lanjut, dibutuhkan pergeseran menuju sektor pekerjaan yang lebih produktif dan berkualitas.
Selain itu, data dari BPS menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 11,25% pada Maret 2014 menjadi 9,03% pada Maret 2024. Meskipun kemiskinan sempat meningkat selama pandemi COVID-19, tren penurunan ini menunjukkan kemajuan positif dalam upaya pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Secara keseluruhan, meski tantangan masih ada, pencapaian dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan menunjukkan kemajuan substansial dalam perbaikan ekonomi dan sosial Indonesia.

Komentar
Posting Komentar