OTORITA MEMPERKENALKAN RUMAH SUBSIDI DI IKN, DIBANGUN DENGAN BATA INTERLOCK DENGAN HARGA MULAI RP 182 JUTA
NUSANTARA- Pemerintah Ibu Kota Nusantara (IKN) mengumumkan rencana pembangunan rumah subsidi dengan teknologi bata interlock, didukung oleh PT Semen Indonesia Tbk (SIG). Rumah subsidi ini akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan harga mulai Rp 182 juta. Keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyediakan hunian yang terjangkau dan ramah lingkungan.
Teknologi bata interlock digunakan untuk memastikan kualitas bangunan yang tinggi dengan durasi konstruksi yang cepat. Rumah tapak satu lantai berukuran 36 meter persegi ini dapat dibangun dalam waktu hanya 15 hari.
GM of Brand Management SIG, Sasha Media, menjelaskan bahwa penggunaan bata interlock membawa berbagai keuntungan, seperti presisi tinggi, kecepatan pembangunan, dan ketahanan terhadap gempa. “Teknologi ini mendukung kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan,” ujar Sasha.
Bata interlock dirancang untuk saling mengunci seperti sistem lego, menghilangkan kebutuhan akan bahan perekat dan proses tambahan seperti plester dan acian. Ini membuat proses pembangunan lebih efisien dan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih rendah. Selain itu, bata interlock telah diuji dan dinyatakan ramah gempa sesuai standar Uji Siklik dinding 2D yang ditetapkan oleh Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung.
Harga rumah subsidi ini ditetapkan sebesar Rp 182 juta, sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 689/KPTS/M/2023. Keputusan ini menetapkan batasan luas tanah, luas lantai, dan harga jual rumah dalam pelaksanaan kredit atau pembiayaan perumahan. Keputusan ini juga merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2023 tentang batasan rumah yang dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai.
Dengan menggunakan teknologi bata interlock, pembangunan rumah subsidi di IKN diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan solusi hunian yang cepat, terjangkau, dan berkualitas. Proyek ini merupakan langkah penting dalam mendukung perkembangan IKN dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.

Komentar
Posting Komentar