PEMBANGUNAN IKN TINGKATKAN OKUPANSI HOTEL HINGGA 80 PERSEN DI WILAYAH PENYANGGA
NUSANTARA- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mendapat dukungan penuh dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur. Ketua PHRI Kaltim, Sahmal Ruhip, menyatakan bahwa pembangunan IKN memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam sektor perhotelan dan bisnis restoran di wilayah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda.
Sahmal menjelaskan bahwa dengan adanya IKN, tingkat okupansi hotel di daerah penyangga meningkat secara signifikan, bahkan mencapai 80 persen pada saat event besar diselenggarakan di IKN. "Pembangunan IKN jelas menambah okupansi dan kegiatan bisnis hotel serta restoran di wilayah penyangga. Rumah makan Padang dan Sari Laut, misalnya, banyak dicari orang di sana," ungkap Sahmal.
Ia menambahkan bahwa saat acara besar diadakan di IKN, permintaan terhadap hotel dan restoran sangat tinggi, sering kali menyebabkan overbooking.
Selain peningkatan okupansi, pembangunan IKN juga berpengaruh pada peningkatan rate hotel di Balikpapan dan Samarinda. Pada bulan Agustus 2024, rate hotel di wilayah ini tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia.
Sahmal menegaskan bahwa bahkan hotel-hotel di Jakarta dan Yogyakarta tidak mengalami full booking seperti yang terjadi di Balikpapan dan Samarinda. "Di sini full booking, terutama saat acara besar," ujarnya.
Namun, Sahmal juga mengakui adanya penurunan drastis dalam tingkat okupansi hotel setelah event besar selesai. Ia mencatat penurunan hingga 30 persen setelah puncak kegiatan seperti perayaan HUT RI pada 17 Agustus. “Selepas kegiatan besar, ada penurunan yang cukup signifikan, tetapi secara keseluruhan, pembangunan IKN membawa dampak positif yang luar biasa bagi perekonomian daerah penyangga,” tambahnya.
Dampak positif pembangunan IKN tidak hanya terbatas pada sektor perhotelan, tetapi juga mencakup peningkatan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi lainnya di daerah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 5.136 jiwa pada tahun 2023.
Dukungan dari PHRI Kaltim ini menunjukkan optimisme terhadap masa depan wilayah Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan baru, di mana pembangunan IKN diharapkan terus mendorong kemajuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Komentar
Posting Komentar