RESHUFFLE KABINET JOKOWI MENINGKATKAN EFISIENSI PEMERINTAHAN MENJELANG PERGANTIAN PRESIDEN
JAKARTA- Dua bulan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Senin (19/8/2024), di Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo melantik sejumlah pejabat negara, yakni Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM, Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.
Selain itu Presiden Jokowi juga melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, serta Taruna Ikrar sebagai Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Juga penunjukan Hasan Nasbi, sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangannya mengatakan, reshuffle ini untuk memuluskan pergantian pemerintahan. Dimana reshuffle terakhir justru perlu sinkronisasi supaya pemerintahan baru bisa berjalan langsung dengan efektif.
Reshuffle Kabinet Indonesia Maju dinilai agar mempercepat transisi pemerintahan supaya sudah siap jalan ketika sudah menjabat, termasuk akan mempengaruhi pergerakan respon lebih cepat pelaku pasar. Sebagaimana kita ketahui, Reshuffle merupakan hak prerogatif presiden dalam menentukan jabatan menteri dalam kabinet.
Berdasarkan data, masyarakat puas dengan masa kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Tingkat kepuasan 1.200 responden yang disurvei mencapai 75,6 persen, tertinggi sejak survei periode pemerintahan kedua Jokowi dilakukan pada Oktober 2019. Angka itu naik dari hasil survei Desember 2023 yang mencapai 73,5 persen dan secara garis tren menunjukkan konsistensi meningkat sejak Oktober 2022.
Hal yang menarik dari Reshuffle Kabinet adalah Presiden Jokowi melantik Dadan Andayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Sebagai lembaga baru yang dibentuk, diamanatkan untuk melaksanakan program prioritas Presiden Terpilih Prabowo Subianto, yaitu makan siang gratis.
Badan Gizi Nasional dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 yang diteken pada 15 Agustus 2024 dan dalam RAPBN 2025 sudah masuk agar bisa dilaksanakan mulai Januari 2025. Dipastikan program makan siang bergizi gratis akan dilaksanakan serentak pada 2 Januari 2025 di seluruh Indonesia.
Kita berharap Reshuffle Kabinet di masa transisi ini dapat menuntaskan kinerja kabinet Indonesia Maju serta memuluskan program makan siang gratis pada tahun 2025 mendatang. Reshuffle Kabinet dinilai sebagai gebrakan agar memuluskan masa transisi Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Komentar
Posting Komentar