SELAMA 10 TAHUN, JOKOWI BUKTIKAN KOMITMEN NYATA UNTUK RAKYAT MISKIN DENGAN PROGRAM KESEHATAN DAN PENDIDIKAN



JAKARTA- Siapa bilang Jokowi acuh terhadap rakyat miskin? Faktanya, selama 10 tahun pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperhatikan kesejahteraan rakyat, terutama bagi mereka yang berada di lapisan ekonomi bawah. Dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI 2024, Jokowi memaparkan sederet program yang telah dilaksanakan untuk membantu masyarakat miskin.

Pertama, Jokowi menyebutkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp361 triliun untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama 10 tahun terakhir. Program ini telah membiayai layanan kesehatan bagi lebih dari 92 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setiap tahunnya, mencakup berbagai kelompok usia dari anak-anak hingga lanjut usia di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa pemerintah sangat serius dalam memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat.

Kedua, dalam bidang pendidikan, Jokowi menunjukkan perhatian besar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Selama dua periode pemerintahannya, sebanyak Rp113 triliun telah dikucurkan untuk mendukung pendidikan sekitar 20 juta siswa per tahun, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Program ini membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa khawatir akan biaya.

Ketiga, Jokowi juga memperhatikan kesejahteraan ekonomi keluarga miskin melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Dengan anggaran sebesar Rp225 triliun selama 10 tahun, program ini telah memberikan manfaat bagi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu setiap tahunnya. PKH tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Keempat, dalam upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja, Jokowi meluncurkan program Pra Kerja dengan anggaran Rp60,3 triliun selama lima tahun terakhir. Program ini telah membantu 18,8 juta pekerja di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keahlian mereka, sehingga dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Jokowi menegaskan bahwa semua upaya ini adalah bagian dari cita-cita bersama untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berdampak luas. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan. Dengan berbagai program ini, jelas bahwa Jokowi tidak hanya peduli, tetapi juga berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat miskin di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK