SOJITZ CORPORATION, INVESTOR ASAL JEPANG MENUNJUKKAN MINAT UNTUK BERINVESTASI DI IKN



NUSANTARA- Sojitz Corporation, raksasa perusahaan Jepang, menunjukkan ketertarikan yang signifikan untuk berinvestasi di sektor properti di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia yang terletak di Kalimantan Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam pernyataannya pada 2 Agustus 2024. Menurut Basuki, Sojitz telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi, namun saat ini masih dalam tahap perhitungan dan evaluasi sebelum keputusan final diambil.

Sojitz Corporation, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan trading dan investasi terbesar di Jepang, berpotensi menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dalam rencana investasinya di IKN. KSO adalah model investasi di mana perusahaan asing bekerja sama dengan mitra lokal untuk mengelola dan mengoperasikan proyek, sebuah pendekatan yang diharapkan dapat mempermudah integrasi dan pengelolaan proyek properti yang besar.

Meskipun ketertarikan Sojitz pada IKN merupakan langkah positif, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini lebih fokus pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk fase awal proyek IKN. Bahlil menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mencari dan menarik investor domestik untuk berpartisipasi dalam pengembangan awal IKN. Ini termasuk penyelesaian infrastruktur dasar yang menjadi landasan bagi pengembangan lebih lanjut.

Menurut Bahlil, investasi asing, termasuk dari Sojitz, baru akan dilaksanakan setelah tahap awal pembangunan infrastruktur dasar selesai. Diperkirakan bahwa konstruksi proyek investasi asing baru akan dimulai setelah Oktober 2024, dengan kemungkinan groundbreaking pada November atau Desember 2024. Saat ini, Kementerian PUPR sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar IKN, yang diharapkan rampung pada bulan-bulan tersebut.

Menteri Basuki juga menekankan pentingnya memastikan bahwa investasi asing dilakukan dalam kerangka yang tepat setelah infrastruktur dasar selesai dan siap digunakan. Ini akan memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor asing untuk memulai proyek mereka tanpa hambatan.

Secara keseluruhan, ketertarikan Sojitz Corporation merupakan indikasi positif dari minat global terhadap IKN sebagai lokasi investasi strategis. Namun, pemerintah Indonesia masih memprioritaskan penyelesaian fase awal dengan fokus pada investor domestik, sambil mempersiapkan landasan yang kokoh untuk investasi asing di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK