10 TAHUN KEPEMIMPINAN JOKOWI EKONOMI KUAT, SDM UNGGUL, INDONESIA MAKIN SIAP!
JAKARTA- Dalam sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia mencatatkan berbagai pencapaian yang mengesankan, terutama dalam sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), penurunan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kualitas kesehatan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Salah satu prestasi terbesar adalah keberhasilan BUMN mencetak rekor dividen terbesar sepanjang sejarah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), menjadi contoh nyata BUMN yang berhasil memberikan kontribusi signifikan bagi negara melalui setoran dividen. Selama periode 2014 hingga 2023, BRI menyetorkan total dividen sebesar Rp90,79 triliun, menjadikannya emiten dengan setoran terbesar ke kas negara. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kinerja finansial yang kuat, tetapi juga kontribusi sosial BUMN bagi pembangunan nasional.
Selain itu, sektor pembangunan manusia turut mendapat perhatian besar. Salah satu indikator keberhasilan dalam bidang ini adalah penurunan drastis kemiskinan ekstrem. Berdasarkan laporan pemerintah, angka kemiskinan ekstrem turun dari 4% pada 2014 menjadi 0,8% pada 2023. Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi, termasuk bantuan sosial dan program pengentasan kemiskinan di daerah-daerah terpencil. Pemerintah optimistis angka kemiskinan ini akan terus menurun di masa mendatang, seiring dengan survei terbaru yang dijadwalkan pada September 2024.
Dalam sektor kesehatan, pemerintahan Jokowi berhasil meletakkan fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan nasional. Salah satu pencapaian terbesar adalah integrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal ini memberikan akses kesehatan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, menjadi modal penting dalam menciptakan SDM yang sehat dan kompetitif di masa depan. Pandemi COVID-19 juga menjadi titik balik dalam mempercepat reformasi layanan kesehatan, dengan fokus pada pendekatan preventif dan promotif.
Kesehatan dan pendidikan berjalan beriringan dalam membangun SDM unggul. Melalui kebijakan "Merdeka Belajar" dan penerapan Kurikulum Merdeka, pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan kesehatan yang lebih baik dan pendidikan yang semakin maju, pemerintah Jokowi optimis dapat menciptakan generasi SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Komentar
Posting Komentar