AIR DAN TANAH SULBAR DISATUKAN DALAM KENDI NUSANTARA DI TITIK NOL IKN, SIMBOL PERSATUAN BANGSA

 



NUSANTARA- Pengambilan air dan tanah dari Sulawesi Barat (Sulbar) yang dibawa ke Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki makna filosofis mendalam. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Presiden Joko Widodo yang berkemah di titik nol IKN Nusantara, Kalimantan Timur, pada 14-15 Maret 2022, bersama para pejabat pusat dan gubernur dari seluruh Indonesia.

Setiap gubernur, termasuk Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, membawa air dan tanah dari daerah masing-masing untuk disatukan dalam sebuah kendi nusantara yang akan disimpan di titik nol IKN.

Air yang dibawa dari Sulawesi Barat diambil dari sungai yang hulunya berada di Kabupaten Mamasa, tepatnya dari kawasan Gunung Gandang Dewata dan Gunung Mambuliling. Sungai ini mengalir ke lima kabupaten, mewakili seluruh wilayah Sulbar. Sementara itu, tanah diambil dari lima titik lokasi di lima kabupaten yang berbeda. Air dan tanah ini tidak hanya mewakili wilayah geografis Sulbar, tetapi juga sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

Sejarah Sulbar erat kaitannya dengan konfederasi 14 kerajaan di wilayah Mandar, yang terdiri dari tujuh kerajaan di pegunungan (Pitu Ulunna Salu) dan tujuh kerajaan di wilayah muara sungai (Pitu Ba'bana Binanga). Konfederasi ini menjalin persatuan dalam sebuah ikrar yang disebut "Sipamandaq", yang berarti saling menguatkan. Pengambilan air dari hulu sungai dan tanah dari berbagai titik di Sulbar melambangkan keutuhan dan semangat persatuan daerah tersebut. Setiap tetes air dan butir tanah yang dibawa ke IKN bukan hanya sekadar materi fisik, tetapi juga simbol ikatan kuat antara sejarah, budaya, dan alam Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar, Mustari Mula, menjelaskan bahwa pengambilan sampel air dan tanah dilakukan dengan memperhatikan makna filosofis serta sejarah Sulbar sebagai kesatuan dari enam kabupaten.

Gufran Darma Dirawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, turut berperan dalam mengoordinir pengambilan sampel ini. Penggabungan air dan tanah dari Sulbar dengan provinsi lain di dalam kendi nusantara melambangkan persatuan seluruh wilayah Indonesia dalam pembangunan IKN yang diharapkan akan menjadi simbol peradaban baru bagi bangsa.

Air dan tanah yang disatukan ini menyimpan pesan penting bahwa IKN bukan hanya milik satu daerah, tetapi milik seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK