DI ASEAN, INDONESIA BERADA DI PERINGKAT 4 DALAM INDEKS DEMOKRASI, BUKTI PERKEMBANGAN YANG SIGNIFIKAN



JAKARTA- Demokrasi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif, berada di atas rata-rata global, meskipun belum sepenuhnya matang. Pemerhati kebangsaan dan toleransi, Soetrisno Effendie, menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas partisipasi publik dalam proses demokratisasi dan pemilu. Menurut Effendie, partisipasi masyarakat yang telah mencapai lebih dari 60-70 persen menandakan peningkatan indeks persepsi demokrasi di Indonesia, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses demokrasi.

Effendie juga menyebut bahwa rivalitas antar pasangan calon dalam pemilu yang kemudian bisa merangkul satu sama lain merupakan contoh nyata dari keberhasilan demokrasi. Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah Sulawesi Utara, yang telah menunjukkan kedewasaan politik yang baik dengan pelaksanaan demokrasi yang harmonis. Hal ini mencerminkan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan toleransi telah tertanam kuat dalam masyarakat setempat.

Namun, menurut Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, meskipun demokrasi Indonesia dinilai baik dalam proses elektoral, aspek budaya politik masih perlu diperkuat. Demokrasi Indonesia mengalami fluktuasi dalam sembilan tahun terakhir, dengan puncaknya pada tahun 2015. Andi mencatat bahwa idealnya, pembangunan demokrasi harus berjalan seiring dengan perbaikan korupsi. Namun, di Indonesia, pergerakan indeks demokrasi dan indeks persepsi korupsi sering kali tidak sejalan.

Secara umum, skor Indeks Kebebasan Indonesia berada di atas rata-rata global, dengan penilaian yang unggul dalam pemenuhan hak politik masyarakat. Namun, aspek kebebasan sipil masih memerlukan perhatian, terutama dalam isu-isu seperti penanganan kekerasan di Papua, penuntutan hukum terhadap aktivis berdasarkan UU ITE, dan persekusi terhadap kelompok minoritas. Kondisi ini menempatkan Indonesia di posisi yang cukup baik di tingkat global, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan.

Dalam konteks ASEAN, Indonesia berada di urutan keempat dalam skor indeks demokrasi, di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina. Sementara itu, negara-negara seperti Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar mengalami penurunan dalam pembangunan demokrasi. Meski demikian, tren global menunjukkan bahwa lebih banyak negara mengalami penurunan kebebasan, sehingga posisi Indonesia yang tetap berada di atas rata-rata global merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK