DOKTER TIFA KEMBALI KLAIM IJAZAH JOKOWI PALSU, NETIZEN BUKA BUKTI ASLI DARI UGM



JAKARTA- Isu mengenai ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat setelah Doctor Tifa menyebarkan hoaks tentang ijazah palsu Jokowi. Berita ini mengundang reaksi heboh dari netizen dan berbagai pihak yang terlibat. Doctor Tifa mengklaim bahwa ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu, namun tudingan ini segera dibantah dengan bukti konkret oleh warganet dan pihak terkait.

Sebagai tanggapan terhadap tuduhan tersebut, warganet mengunggah foto buku alumni UGM yang menampilkan foto dan biodata Jokowi. Dalam buku tersebut tercantum informasi penting, termasuk Tahun Terdaftar 1980 dan Tahun Lulus 1985 dari Fakultas Kehutanan UGM. Judul skripsi Jokowi juga tertera di buku tersebut, yaitu "Studi tentang pola konsumsi kayu lapis pada pemakaian akhir di Kodya Surakarta." Foto buku alumni ini diunggah oleh akun Twitter @LucuTanpa dan telah mendapatkan lebih dari 1.000 like serta ratusan komentar.

Di media sosial, banyak netizen yang merespons dengan komentar beragam. Beberapa menilai bahwa tudingan ijazah palsu ini tidak beralasan dan mempertanyakan motivasi di balik penyebaran hoaks tersebut. "Aneh tiap musim capres nongol hoaks ijazah palsu," tulis salah satu netizen. Ada juga yang menilai jika ijazah Jokowi benar-benar palsu, mengapa baru terungkap setelah 8 tahun menjabat? "Jika ijazah palsu yang dikeluarkan oleh presiden, kenapa baru diungkap sekarang? Hal ini sangat aneh," kata pengguna Twitter lainnya.

Menanggapi isu ini, Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan UGM (KAGAMAHUT) angkatan 1980 langsung angkat suara. Dalam konferensi pers yang digelar pada 21 Oktober 2022, Musthofa Iskandar, PIC KAGAMAHUT, menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni sah dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980. Ia menunjukkan berbagai bukti, termasuk foto-foto semasa kuliah dan ijazah asli. KAGAMAHUT juga mengungkapkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk meluruskan informasi yang salah tentang Jokowi.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, sebelumnya juga telah mengonfirmasi keaslian ijazah Jokowi pada 11 Oktober 2022. KAGAMAHUT bersama KAGAMA Bantuan Hukum mengecam penyebaran hoaks dan meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan informasi palsu yang dapat merusak reputasi individu dan institusi. Mereka juga meminta agar penyebar hoaks segera menghentikan perbuatannya karena dapat dikenai sanksi hukum.

Secara keseluruhan, upaya untuk meluruskan isu ijazah palsu Jokowi menunjukkan pentingnya klarifikasi dari berbagai pihak agar informasi yang beredar di masyarakat tidak menyesatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK