DUKUNGAN OIKN SERTA KOLABORASI LINTAS SEKTOR BANTU UMKM DI IKN TUMBUH PESAT
NUSANTARA- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ditargetkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai bidang.
Salah satunya adalah bidang ekonomi sebagai bagian kekuatan yang utama dalam penopang pembangunan dan pemberdayaan di masyarakat.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama instansi mitra telah berhasil membina sebanyak 650 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan periode Juni 2023 yang hanya mencapai 417 UMKM.
Sekretaris OIKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya, menegaskan bahwa OIKN akan terus mendampingi dan mengembangkan potensi serta daya saing UMKM dan masyarakat di IKN.
"Kami telah mulai mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan IKN," katanya dikutip AyoBandung pada Rabu, 04 September 2024.
"Pada tahun-tahun mendatang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) akan diperkuat melalui kolaborasi dengan instansi pusat dan daerah dengan fokus yang dirancang secara bersama," tambahnya.
Jaka juga menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan kebijakan, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa pembangunan IKN bukan hanya bersifat fisik.
"Tetapi juga mencakup pembangunan manusia yang menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujarnya, menegaskan.
Dalam upaya ini, kolaborasi antar pihak, termasuk Kementerian Koordinator PMK, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan instansi lainnya, sangat diperlukan.
"Kami siap bekerja sama untuk memastikan Indonesia Emas 2045 terwujud," tambah Jaka.
Sebelumnya, telah diadakan rapat koordinasi untuk membahas peningkatan kapasitas SDM sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang modern dan berkelanjutan.
Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Kementerian Koordinator 1 IKN pada Rabu, 28 Agustus 2024, dan dipimpin oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy.
Dalam rapat tersebut, Menko PMK menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM memerlukan strategi dan kebijakan yang efektif.
Sebagai langkah awal, dilakukan identifikasi untuk memastikan ketersediaan SDM yang mumpuni, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, mencakup pendidikan dasar dan lanjutan, kesehatan individu, hingga pengurangan kesenjangan sosial di masyarakat.
Selain itu, Menko PMK juga mendorong perguruan tinggi di IKN dan daerah penyangga untuk menyiapkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kemenko PMK juga akan menginventarisasi informasi penunjang kebijakan dengan melibatkan OIKN, Pemprov Kaltim, Pemkab Penajam Paser Utara, serta Pemkab Kutai Kartanegara.

Komentar
Posting Komentar