HOAKS IJAZAH JOKOWI MUNCUL LAGI, INI KLARIFIKASI UGM DAN FAKTA LENGKAPNYA
JAKARTA- Hoaks mengenai ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali beredar, meskipun Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menegaskan keaslian ijazah tersebut. Salah satu unggahan hoaks yang ramai beredar di media sosial, khususnya di TikTok dan Facebook, menyebutkan bahwa Jokowi adalah presiden gadungan yang memiliki ijazah palsu. Klaim ini termasuk dalam kategori "misleading content" atau konten yang menyesatkan.
Faktanya, UGM melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakatnya, Wiwit Wijayanti, telah mengonfirmasi keaslian ijazah Jokowi. Ijazah tersebut diterbitkan pada 5 November 1985 setelah Jokowi berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Kehutanan UGM. Skripsi yang ia tulis berjudul "Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta", dengan bimbingan Profesor Achmad Soemitro.
Hoaks serupa sebenarnya telah beredar sejak lama, namun terus dihidupkan kembali oleh oknum-oknum tertentu untuk menimbulkan kebingungan di masyarakat. Beberapa kali, klaim ini sudah dibantah oleh berbagai sumber, termasuk media mainstream dan turnbackhoax.id. Selain itu, perbedaan tanda tangan pada dua ijazah yang dibandingkan oleh pengunggah hoaks sebenarnya disebabkan oleh perbedaan fakultas, bukan bukti palsunya ijazah.
Universitas Gadjah Mada juga menyatakan bahwa dokumentasi akademik Jokowi masih tersimpan dengan baik di kampus. Hal ini semakin memperkuat bahwa tuduhan yang menyatakan bahwa Jokowi memiliki ijazah palsu adalah tidak benar dan hanya bertujuan untuk mendiskreditkan presiden.
Kejadian ini mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap hoaks yang sering kali beredar di media sosial, terutama yang bertujuan untuk memecah belah masyarakat. Di era digital ini, penting bagi kita untuk selalu melakukan verifikasi informasi dari sumber terpercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Hoaks seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi merusak reputasi dan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Komentar
Posting Komentar