IKN SERAP 27.000 PEKERJA, 30% DI ANTARANYA TENAGA KERJA LOKAL KALIMANTAN



NUSANTARA- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur melibatkan sekitar 27.000 pekerja konstruksi, dengan 30% di antaranya merupakan warga lokal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan bahwa proyek besar ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk infrastruktur tetapi juga memberikan kontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Satuan Tugas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Sumadilaga, mengungkapkan bahwa pelibatan tenaga kerja lokal adalah prioritas dalam proyek ini. “Dari total 27.000 pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN, sekitar 30% adalah tenaga kerja lokal yang berasal dari Kalimantan. Kami berkomitmen untuk melibatkan sebanyak mungkin warga lokal melalui pelatihan dan sertifikasi yang relevan,” ujar Danis dalam pernyataannya.

Keterlibatan pekerja lokal mencakup berbagai bentuk pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan mereka sehingga dapat berkontribusi secara optimal dalam proyek tersebut. Pelatihan ini termasuk sertifikasi yang diadakan secara berkala, seperti yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2024. Danis menambahkan, “Kami memberikan pelatihan intensif dan sertifikasi untuk memastikan bahwa pekerja lokal dapat bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan.”

Salah satu tantangan utama dalam pembangunan IKN adalah lokasi proyek yang terpencil. Untuk mengatasi masalah ini, mobilisasi pekerja dilakukan secara bertahap. “Kami mulai dengan mengirimkan 10.000 pekerja, kemudian meningkat menjadi 15.000, dan saat ini mencapai 27.000. Proses ini memerlukan koordinasi yang baik, termasuk menggunakan pesawat Hercules dari TNI Angkatan Udara untuk transportasi,” jelas Danis.

Selain tantangan dalam mobilisasi tenaga kerja, pengiriman material dan alat berat juga menjadi kendala besar. Bahan bangunan harus diangkut dari Sulawesi, memerlukan puluhan kapal tongkang, yang sulit didapat karena banyak digunakan untuk transportasi batu bara. Danis menjelaskan, "Pengiriman material menjadi tantangan karena banyak tongkang yang digunakan untuk batu bara. Kami juga harus menyiapkan pelabuhan khusus untuk memfasilitasi proses ini."

Dengan melibatkan pekerja lokal dan mengatasi berbagai tantangan yang ada, pemerintah berharap proyek IKN tidak hanya sukses di bidang pembangunan fisik tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK