KEPALA SEKRETARIAT PRESIDEN SEBUT FASILITAS IKN SUDAH LENGKAP UNTUK MENDUKUNG KINERJA PRESIDEN



NUSANTARA- Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono baru-baru ini mengungkapkan kepuasan atas kemajuan fasilitas pendukung di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungannya, Heru menekankan bahwa fasilitas yang disiapkan untuk mendukung Presiden Joko Widodo bekerja di IKN sudah sangat lengkap. "Perumahan ASN juga sudah jadi, dan tidak ada kendala," ujarnya pada 7 September 2024.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkantor di IKN mulai 10 September hingga 19 Oktober 2024, selama 40 hari. Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa kunjungan Presiden bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan mengadakan rapat terbatas. "Beliau akan bekerja di sana untuk mendorong percepatan pembangunan," tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melengkapi fasilitas pendukung di hunian vertikal untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, menyatakan bahwa hunian untuk ASN telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk jaringan ritel, ekspedisi, dan ruang komunal. Hunian ini mengusung konsep smart home dan telah dilengkapi dengan perabotan serta teknologi cerdas.

Gerai-gerai seperti Indomaret, Pos Indonesia, dan BNI Digital Banking Cafe sudah mulai beroperasi di area IKN, memberikan kemudahan akses bagi para penghuni. Iwan Suprijanto berharap fasilitas-fasilitas ini tidak hanya mendukung kebutuhan sehari-hari para ASN, tetapi juga membantu menghidupkan ekosistem di lingkungan sekitar.

Dengan fasilitas yang lengkap dan progres pembangunan yang cepat, IKN semakin siap untuk menjadi pusat administrasi dan pemerintahan baru Indonesia. Heru Budi Hartono serta Kementerian PUPR menunjukkan komitmen mereka dalam memastikan bahwa transisi ke IKN berlangsung lancar dan sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK