NETIZEN MARAH! ROCKY GERUNG DINILAI CAMPURADUKAN POLITIK DENGAN SEPAK BOLA
JAKARTA- Rocky Gerung, seorang cendekiawan dan pengamat politik, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengkritik komposisi Timnas Sepakbola Indonesia. Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Rocky menyampaikan ketidakpuasannya terhadap dominasi pemain naturalisasi dalam tim nasional. Menurutnya, euforia yang terjadi seputar prestasi Timnas belakangan ini tidak sejalan dengan realitas di lapangan.
“Apa yang sekarang disebut sebagai naturalisasi itu semacam penipuan terhadap sensasi itu,” ungkap Rocky, menilai bahwa dominasi pemain diaspora telah mengubah esensi tim nasional yang sebenarnya.
Kritik Rocky ini langsung menuai reaksi keras dari netizen. Banyak di antara mereka merasa bahwa Rocky tidak seharusnya membahas masalah sepakbola dalam konteks politik. Salah satu netizen berkomentar, “Kalau enggak suka Jokowi, jangan bawa-bawa Timnas naturalisasi, ini bukan ranah bung Rocky.” Komentar ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap apa yang dianggap sebagai upaya Rocky untuk mengaitkan masalah sepakbola dengan politik dan kebijakan Presiden Joko Widodo tentang naturalisasi pemain.
Lebih lanjut, Rocky juga menyentuh isu sorakan Mulyono di Gelora Bung Karno (GBK) selama pertandingan antara Indonesia dan Australia. Ia menyebut bahwa sorakan tersebut mencerminkan euforia yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dari tim nasional. Menurut Rocky, situasi ini hanya memperlihatkan ketidaksesuaian antara apa yang dirasakan publik dan kenyataan di lapangan.
Respons netizen terhadap pernyataan Rocky menunjukkan bahwa banyak orang merasa komentar semacam itu merusak pengalaman dan kegembiraan yang dinikmati para penggemar sepakbola. “Sepak bola yang jadi hiburan rakyat kecil, jangan rusak euforia bang,” tulis salah satu komentar, menekankan bahwa sepakbola adalah sumber hiburan bagi masyarakat yang tidak seharusnya dihubungkan dengan isu politik.
Ada juga yang menyarankan agar Rocky fokus pada isu politik dan tidak mencampurkan urusan sepakbola dalam kritiknya. “Bahas politik aja bang, gak usah bawa-bawa bola,” ujar netizen lainnya, mengingatkan bahwa kritik seharusnya diarahkan pada ranah yang relevan dengan topik yang dibahas.
Pernyataan Rocky Gerung menimbulkan perdebatan tentang batas antara politik dan olahraga serta bagaimana komentar publik tentang sepakbola bisa mempengaruhi pengalaman masyarakat. Dalam konteks ini, respons netizen mencerminkan keinginan untuk menjaga agar euforia olahraga tetap terpisah dari isu-isu politik yang kontroversial.

Komentar
Posting Komentar