PEMBANGUNAN IKN BERPERAN BESAR DALAM PENYERAPAN 1,71 JUTA TON SEMEN SELAMA TIGA TAHUN TERAKHIR
NUSANTARA- Asosiasi Semen Indonesia (ASI) melaporkan bahwa selama tiga tahun terakhir, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menyerap sebanyak 1,71 juta ton semen. Laporan ini mencerminkan peran penting proyek IKN dalam penyerapan pasokan semen di Indonesia, terutama di tengah situasi oversupply yang dialami industri semen.
Ketua ASI, Lilik Unggul Raharjo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, kebutuhan semen untuk proyek IKN mencapai 130.000 ton. Tahun berikutnya, 2023, kebutuhan ini meningkat pesat menjadi 980.000 ton seiring dengan percepatan pembangunan. Untuk tahun 2024, hingga bulan Juli, proyek IKN telah menyerap 600.000 ton dari total rencana 830.000 ton yang ditargetkan. Dengan proyeksi yang ada, penyerapan semen untuk proyek IKN pada akhir tahun diperkirakan akan mencapai 1,9 juta ton.
Peningkatan penyerapan semen di Kalimantan juga terlihat signifikan. Pada periode Januari hingga Juli 2024, penyerapan semen di wilayah ini meningkat sebesar 22%. Dari total penyerapan semen sebesar 3 juta ton di Kalimantan, sekitar 1,5 juta ton digunakan untuk pembangunan IKN. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 40% dari penyerapan semen di Kalimantan berkontribusi pada proyek IKN.
Pembangunan IKN memberikan dampak yang signifikan terhadap industri semen, terutama dalam konteks kelebihan pasokan semen yang saat ini tengah dihadapi. Berdasarkan data ASI, kapasitas produksi semen di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 119,9 juta ton, sementara kebutuhan domestik hanya sekitar 65,6 juta ton. Artinya, terdapat surplus pasokan semen sebesar 54,5 juta ton. Dalam hal ini, proyek IKN berperan penting dalam mengurangi kelebihan pasokan dengan menyerap sebagian besar surplus tersebut.
Enam dari total 16 anggota ASI, termasuk Semen Indonesia Group, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Cemindo Gemilang, Conch Cement, dan Kobenxindo, telah menjadi pemasok utama untuk proyek IKN. Lilik berharap bahwa keberlanjutan pembangunan IKN di masa mendatang akan terus mendukung penyerapan semen. Meskipun kontribusi IKN terhadap total penyerapan pasar nasional hanya sekitar 2,8%, dampaknya sangat penting bagi industri semen dan perekonomian regional.
Secara keseluruhan, ASI menilai bahwa proyek IKN telah memberikan kontribusi positif dalam mengatasi oversupply semen dan memperkuat industri semen nasional. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat berlanjut dan terus mendukung kebutuhan semen di masa depan.

Komentar
Posting Komentar