TNI BENTUK ANGKATAN SIBER, PERSONIL AKAN BANYAK DI ISI DARI SIPIL



JAKARTA- Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan dunia maya atau serangan siber di Indonesia semakin marak dan kompleks. Serangan siber yang melibatkan ransomware, phishing, dan penipuan online telah mengancam berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah hingga sektor swasta.

Data menunjukkan bahwa sejak akhir 1990-an, Indonesia telah mengalami berbagai serangan siber, termasuk serangan dari hacker China dan Taiwan pada tahun 1998, serta konflik siber dengan Portugal terkait Timor Timur pada tahun 1999. Lebih baru lagi, Indonesia menghadapi serangan worm Stuxnet pada 2010 dan serangan ransomware pada Juni lalu yang menyebabkan gangguan pada sistem data nasional.

Menyadari ancaman yang semakin besar ini, Presiden Joko Widodo telah meminta Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, untuk segera membentuk Angkatan Siber sebagai matra keempat di TNI. Langkah ini diambil untuk memperkuat pertahanan siber nasional dan menghadapi ancaman dunia maya yang terus berkembang. Jenderal Agus mengungkapkan bahwa Angkatan Siber akan menjadi unit yang berbeda dari satuan TNI lainnya, dengan fokus khusus pada keahlian teknis di bidang siber.

Angkatan Siber ini akan banyak diisi oleh personel sipil dengan keahlian khusus di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. Hal ini merupakan langkah strategis, mengingat keahlian yang dibutuhkan dalam pertempuran dunia maya sering kali melibatkan pengetahuan teknis yang mendalam. Rekrutmen akan mencakup lulusan SMA dan universitas yang memiliki keahlian di bidang siber, dan diharapkan dapat membawa keahlian teknis yang diperlukan untuk melindungi infrastruktur kritis negara.

Keberadaan Angkatan Siber ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Indonesia dalam melindungi data dan sistem informasi dari serangan siber yang semakin canggih. Jenderal Agus menyatakan bahwa pengembangan pusat siber di markas besar TNI dan di setiap matra akan menjadi prioritas, serta memfokuskan pada pelatihan dan pengembangan personel siber.

Pembentukan Angkatan Siber ini juga didukung oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, yang menilai kehadiran matra ini penting untuk memperkuat pertahanan nasional di era digital. Dengan adanya Angkatan Siber, Indonesia diharapkan dapat lebih efektif dalam melawan ancaman siber dan menjaga keamanan siber nasional di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK